Selasa, 07 Mei 2013

Tugas artikel akuntansi internasional 8

Inflasi merupakan fenomena di seluruh dunia yang terus-menerus berdampak sangat buruk pada perekonomian banyak negara . Dalam beberapa tahun terakhir , Argentina , Brazil , Israel , Meksiko , dan Rusia telah di antara penderita terburuk kondisi hiperinflasi . Tingkat tahunan inflasi sejak tahun 1970 di negara-negara seringkali melebihi 100 persen dan telah mencapai sebesar 2.000 persen di Brazil dan Rusia . Bahkan di negara-negara industri besar , inflasi mencapai angka dua kali lipat dalam pertengahan 1970-an , dan di Inggris itu pergi sampai tinggi 25 persen . Tidak mengherankan, ada kekhawatiran yang meningkat di negara yang paling terpengaruh untuk mengadopsi ” akuntansi inflasi ” sistem , yang akan memperbaiki kekurangan akuntansi konvensional biaya historis dan mengungkapkan dampak perubahan harga dan inflasi pada pendapatan dan aset .
            Dalam bab ini , kita akan menganalisa pendekatan alternatif untuk akuntansi perubahan harga dan inflasi internasional dan meninjau inisiatif harmonisasi internasional .
PENGARUH INFLASI TERHADAP PERUSAHAAN
Pengaruh inflasi terhadap posisi keuangan dan kinerja perusahaan dapat menghasilkan keputusan operasi yang tidak efisien oleh manajer yang tidak memahami dampaknya . Dalam hal posisi keuangan , aset keuangan seperti kas yang kehilangan nilai selama inflasi karena daya beli mereka berkurang . Misalnya, jika bisnis memegang aset keuangan seperti selama suatu periode ketika inflasi meningkat sebesar 10 persen , yang memiliki daya beli kas 10 persen lebih sedikit pada akhir periode dari pada awal . Sebaliknya , pemegang kewajiban keuangan akan bermanfaat karena bisnis akan membayar kewajibannya di masa depan dengan kas yang telah kehilangan sebagian dari daya belinya . Peringatan di sini adalah bahwa kewajiban keuangan , seperti pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang , sering membawa tingkat suku bunga yang sangat tinggi dalam ekonomi inflasi .
Pengaruh inflasi terhadap aset nonmoneter tercermin dalam kedua laporan laba rugi dan neraca . Selama periode kenaikan harga , saat ini pendapatan penjualan yang cocok dengan persediaan yang mungkin telah dibeli beberapa bulan sebelumnya dan terhadap penyusutan dihitung berdasarkan nilai historis aset , dan peralatan yang mungkin telah dibeli beberapa tahun yang lalu , meskipun pada kenyataannya mengganti persediaan dan aktiva menjadi lebih mahal .
Laporan laba rugi dan neraca ini dapat menyebabkan efek bagi korporasi yang akan menjadi masalah likuiditas karena uang yang dihasilkan dari pendapatan dikonsumsi oleh biaya penggantian yang terus meningkatkan aset . Hasil pendapatan yang berlebihan dari pencocokan biaya lama dengan pendapatan baru dapat mengakibatkan tuntutan dari pemegang saham untuk dividen meningkat dan dari karyawan untuk menuntut upah lebih tinggi , meskipun korporasi mengamati adanya penyusutan kas .
Banyak yang telah dikatakan dalam beberapa tahun terakhir tentang bagaimana akuntansi konvensional tidak mewakili posisi keuangan sebuah perusahaan yang nyata . Yang menjadi perhatian adalah bahwa analis dan investor tidak dapat membuat keputusan keuangan tanpa memahami dampak inflasi . Dengan demikian , jenis sistem pengukuran akuntansi yang digunakan serta penafsiran merupakan isu penting untuk semua kelompok pengguna . Pengukuran pendapatan juga relevan dengan berbagai masalah termasuk harga saham, stabilitas usaha , upah , keamanan kerja , dan pertumbuhan ekonomi . Dalam konteks MNE , kekhawatiran ini semakin tinggi oleh keberadaan kelompok pengguna dengan konstituen yang berlokasi di negara yang berbeda dengan tradisi yang berbeda dalam pengukuran akuntansi .
Walaupun mungkin ada beberapa pengakuan dari kebutuhan untuk memperkenalkan sistem akuntansi inflasi , kecuali di negara-negara seperti Jerman dimana dianggap cenderung melembagakan inflasi, inflasi merupakan istilah akuntansi yang kemungkinan mencakup berbagai metode. Pendekatan alternatif utama adalah ” daya beli umum akuntansi”  dan “  nilai akuntansi saat ini . “
PENGUKURAN AKUNTANSI ALTERNATIF
Daya beli umum akuntansi mencakup semua sistem yang dirancang untuk mempertahankan daya beli riil modal atau pemegang saham ekuitas dalam perusahaan oleh akuntansi untuk perubahan dalam tingkat harga umum ( daya beli umum uang) . Inilah arti yang tepat dari istilah inflasi , meskipun istilah akuntansi inflasi umumnya digunakan dalam arti yang sangat luas .Variasi pada daya beli akuntansi pada istilah umum mencakup ” akuntansi dolar konstan ” atau ” akuntansi tingkat harga umum ” di Amerika Serikat dan ” akuntansi daya beli saat ini ” ( CPP ) di Inggris .
Akuntansi nilai sekarang , di sisi lain , mencakup semua sistem yang dirancang untuk memperhitungkan nilai saat ini atau perubahan harga tertentu . Ini mencakup ” akuntansi biaya saat ini ” dan ” penggantian nilai akuntansi ” sistem , yang bertujuan untuk mempertahankan modal fisik , kapasitas produktif , atau aset operasional korporasi , dan ” keluar saat ini ( atau menjual )  akuntansi harga, ” yang bertujuan untuk mempertahankan pemegang saham ekuitas tetapi dari segi harga jual dari korporasi aktiva bersih . Meskipun ada berbagai alternatif yang diusulkan dalam setiap klasifikasi luas – bersama-sama dengan sistem ” nilai sebenarnya ” , yang menggunakan penggabungan unsur-unsur keduanya menggunakan – dari sistem akuntansi inflasi dalam prakteknya tidak berkembang dengan baik .
Oleh karena itu, pada intinya, ada dua filsafat tentang bagaimana untuk memperhitungkan inflasi . Daya beli umum akuntansi menggambarkan bahwa nilai uang telah turun atau naik , sedangkan akuntansi nilai sekarang menggambarkan bahwa biaya aktiva tertentu sudah naik atau turun . Hal ini dimungkinkan untuk menerapkan pendekatan untuk semua item dalam laporan keuangan yang dapat disesuaikan atau hanya beberapa item . Selain itu, pendekatan yang dapat digunakan secara terpisah atau dalam hubungannya dengan satu sama lain . Apapun pendekatan ini , perlu untuk mengidentifikasi rekening yang harus disesuaikan , apa yang menjadi dasar untuk penyesuaian (seperti indeks ) , dan di mana penyesuaian yang akan tercermin dalam laporan keuangan .
DAYA BELI UMUM AKUNTANSI
Filosofi umum akuntansi yang mendukung daya beli umum adalah untuk melaporkan aset , kewajiban , pendapatan , dan biaya dalam unit daya beli yang sama . Pendekatan di sini adalah bahwa ukuran unit moneter harus seragam yang sementara tetap mempertahankan dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan ( biaya perolehan ) .
Di sebagian besar negara, laporan keuangan disusun berdasarkan nilai nominal mata uang historis. Ini berarti bahwa laporan tidak disesuaikan dengan perubahan tingkat harga umum. Dalam akuntansi GPP, barang-barang non finansial dalam laporan keuangan (persediaan, tanaman, dan peralatan) disajikan kembali untuk mencerminkan daya beli umum, biasanya pada akhir tanggal neraca saldo . Sebagai contoh, asumsikan bahwa mesin perusahaan dibeli pada tanggal 1 Januari 1995, untuk $ 10,000 dan bahwa tingkat harga umum, yang diukur dengan indeks harga konsumen, meningkat sebesar 15 persen selama tahun berjalan. Pada tanggal 31, mesin akan muncul pada neraca sebesar $ 11,500 ($ 10,000 + [$ 10,000 x 0,15]) dari yang akan dikurangi penyusutan, disesuaikan dalam hal GPP, yang akan dikenakan terhadap penghasilan. Ini berarti bahwa itu akan mengambil $ 11,500 daya beli akhir – tahun untuk membeli apa yang dibeli pada tanggal 1 Januari sebesar $ 10,000 . Untuk laporan keuangan akhir tahun, aset keuangan dan kewajiban (kas, piutang, hutang) tidak akan disesuaikan karena mereka sudah dinyatakan dalam hal daya beli tanggal 31 Desember, tapi semua aset lainnya (termasuk inventaris), kewajiban, pendapatan, dan biaya (termasuk penyusutan) akan disesuaikan. Namun ketika tahun 1994 dan 1995 laporan keuangan dibandingkan, semua item dalam tahun 1994, rekening-termasuk aset keuangan dan kewajiban-akan kembali sampai dengan 31 Desember 1995, daya beli untuk memastikan perbandingan dengan laporan keuangan 1995

sumber : http://yuwie30.wordpress.com/2011/05/13/tugas-akuntansi-internasional-bagian-2-chapter-11-akuntansi-untuk-perubahan-harga-inflasi-internasional/

Tugas artikel akuntansi internasional 7

PERBEDAAN TRANSLASI DAN KONVERSI ANTAR MATA UANG ASING.

Translation adalah proses pernyataan kembali informasi laporan keuangan dari satu mata uang ke mata uang lain.
• Isu kurs dikombinasikan dengan berbagai methode translasi yang dapat digunakan dan perlakuan “Laba/Rugi” translasi yang berbeda membuat perbandingan hasil-hasil laporan keuangan dari satu perusahaan ke perusahaan lain atau perusahaan yang sama dalam periode yang berbeda menjadi hal yang sulit.
• Alasan translasi

• Perusahaan dengan operasi luar negeri yaitu Perusahaan dengan operasi yang luas, tidak dapat menyiapkan laporan keuangan konsolidasi jika akun-akun mereka dan akun-akun subsidiaries tidak diungkapkan dalam satu mata uang.
• Skala kegiatan investasi internasional yang meluas saat ini meningkatkan kebutuhan penyampaian informasi kepada pembaca di negara lain yg signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestic dan luar negeri
.
• Alasan translasi

Alasan lain :
• Mencatat transaksi valuta asing
• Melaporkan aktivitas cabang internasional & anak perusahaan
• Melaporkan hasil operasi independen di luar negeri
.
• Terminologi
KONVERSI
• Translasi tidak sama dengan Konversi.
• Konversi : terjadi pertukaran fisik antar mata uang
• Translasi hanya perubahan satuan unit moneter.
• Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi.
• Tidak ada transaksi terkait yang terjadi, seperti bila dilakukan konversi.
• Nilai ekuivalen mata uang asing domestik diperoleh dengan mengalikan saldo dalam mata uang asing dengan kuota kurs langsung.
• Terminologi
Pasar SPOT
• Kesepakatan mempertukarkan jumlah tertentu suatu mata uang dengan mata uang lain yang harus diserahkan dalam 2 hari.
• Nilai tukar dinyatakan dalam 2 cara:
– Kuotasi langsung ($1=Rp 9.000)
– Kuotasi tidak langsung (Rp1=$0,0001111111111)
Pasar FORWARD
• Kesepakatan mempertukarkan jumlah tertentu suatu mata uang dengan mata uang lain di masa yang akan datang
• Terminologi
Pasar FORWARD
• Bid quote : jumlah yang dibayar pedagang (dealer) untuk suatu mata uang asing
• Ask quote : kurs yang diminta dealer yang menjual suatu mata uang asing
Transaksi SWAP
• Transaksi bila pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot dan pembelian forward mata uang asing terjadi bersamaan.
• Terminologi
SPREAD
• Laba (profit) yang diperoleh dari perbedaan harga pembelian (harga bid) dengan harga jual (harga asking).
Valuta Fungsional
• Valuta utama sebuah perusahaan dalam melakukan operasinya di luar negeri, biasanya valuta negara tempat operasi perusahaan yang bersangkutan.
• Metode Translasi Mata UangAsing
• Metode Kurs Tunggal (Single Rate)
• Metode kurs berganda (Multiple Rate)
* metode kini - non kini (current-non current)
* metode moneter - non moneter
* metode temporal
• Metode Translasi Mata UangAsing
• Metode Kurs Tunggal (Single Rate)
• Misal : Perusahaan afiliasi MNC AS di luar negeri membeli tanah pada awal periode harga VA 1.000.000.
• Kurs historis : VA 1 = $1, maka harga historis : $1.000.000
• Tanah naik harganya jadi VA 1.500.000 , & kurs turun jadi $1 = VA 1,4, sehingga aset asing menjadi $ 714.286, berarti RUGI 285,714.
• Pertambahan nilai pasar tanah menjadi $1.071.285 (VA 1.500.000 : VA 1,4).
• Metode Translasi Mata UangAsing
• Metode kurs berganda (Multiple Rate)
* metode kini - non kini (current-non current)
– Aset lancar dan kewajiban lancar perusahaan anak di luar negeri ditranslasi ke dalam valuta pelaporan perusahaan induk dengan kurs berlaku.
– Aset dan kewajiban NON lancar ditranslasi dengan kurs historis.

sumber:
lana.staff.gunadarma.ac.id

Kamis, 02 Mei 2013

Artikel akuntansi internasional

ASPEK PERBEDAAN PRAKTIK PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN

 
         Aturan pengungkapan sangat berbeda di seluruh dunia dalam beberapa hal seperti laporan arus kas dan perubahan ekuitas, transaksi pihak terkait, pelaporan segmen, nilai wajar aktiva dan kewajiban keuangan dan laba per saham. Pada bagian ini perhatian dipusatkan pada:
  1. Pengungkapan informasi yang melihat masa depan
    “Informasi yang melihat ke masa depan” yang mencakup:
  • Ramalan pendapatan, laba rugi, laba rugi per saham (EPS), pengeluaran modal, dan pos keuangan lainnya
  • Informasi prospektif mengenai kinerja atau posisi ekonomi masa depan yang tidak terlalu pasti bila dibandingkan dengan proyeksi pos, periode fiskal, dan proyeksi jumlah
  • Laporan rencana manajemen dan tujuan operasi di masa depan. Kebanyakan perusahaan di masing-masing negara menyajikan pengungkapan informasi mengenai rencana dan tujuan manjemen. Sebaliknya lebih sedikit perusahaan yang mengungkapkan ramalan, dari paling rendah dua perusahaan di Jepang dan paling tinggi 31 perusahaan di Amerika Serikat. Kebanyakan ramalan di AS dan Jerman menyangkut pengeluaran modal, bukan laba dan penjualan.

  1. Pengungkapan segmen
          Permintaan investor dan analis akan informasi mengenai hasil operasi dan keuangan segmen industri tergolong signifikan dan semakin meningkat. Contoh, para analis keuangan di Amerika secara konsisten telah meminta data laporan dalam bentuk disagregat yang jauh lebih detail dari yang ada sekarang. Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) juga membahas pelaporan segmen yang sangat mendetail. Laporan ini membantu para pengguna laporan keuangan untuk memahami secara lebih baik bagaimana bagian-bagian dalam suatu perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan perusahaan.
  1. Laporan arus kas dan arus dana.
IFRS dan standar akuntansi di Amerika Serikat, Inggris, dan sejumlah besar negara-negara lain mengharuskan penyajian laporan arus kas.
  1. Pengungkapan tanggung jawab sosial
Saat ini perusahaan dituntut untuk menunjukkan rasa tanggung jawab kepada sekelompok besar yang disebut sebagai pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) – karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah, kelompok aktivis, dan masyarakat umum.
Informasi mengenai kesejahteraan karyawan telah lama menjadi perhatian bagi organisasi buruh. Bidang permasalahan yang yang menjadi perhatian terkait dengan kondisi kerja, keamanan pekerjaan, kesetaraan dalam kesempatan, keanekaragaman angkatan kerja dan tenaga kerja anak-anak. Pengungkapan karyawan juga diminati oleh para investor karena memberikan masukan berharga mengenai hubungan kerja, biaya, dan produktivitas perusahaan.
  1. Pengungkapan khusus bagi para pengguna laporan keuangan non domestik dan atas prinsip akuntansi yang digunakan
Laporan keuangan dapat berisi pengungkapan khusus untuk mengakomodasi para pengguna laporan keuangan nondomestik. Pengungkapan yang dimaksud seperti :
  1. ”Penyajian ulang untuk kenyamanan” informasi keuangan ke dalam mata uang nondomestik
  2. Penyajian ulang hasil dan posisi keuangan secara terbatas menurut keompok kedua standar akuntansi.
  3. Satu set lengkap laporan keuangan yang disusun sesuai dengan kelompok kesua standar akuntansi; dan beberapa pembahasan mengenai perbedaan antara prinsip akuntansi yang banyak digunakan dalam laporan keuangan utama dan beberapa set prinsip akuntansi yang lain.
          Banyak perusahaan di negara-negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama juga melakukan penerjemahan seluruh laporan tahunan dari bahasa negara asal ke dalam bahasa Inggris. Juga, beberapa perusahaan menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang diterima secara lebih luas daripada standar domestik (khususnya IFRS atau GAAP AS) atau yang sesuai dengan baik standar domestik maupun kelompok kedua prinsip akuntansi.
PENGUNGKAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
          Tata kelola perusahaan berhubungan dengan alat-alat internal yang digunakan untuk menjalankan dan mengendalikan sebuah perusahaan – tanggung jawab, akuntabilitas dan hubungan di antara para pemegang saham, anggota dewan dan para manajer yang dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan. Masalah-masalah tata kelola perusahaan antara lain meliputi hak dan perlakuan kepada pemegang saham, tanggung jawab dewan, pengungkapan dan transparansi dan peranan pihak-pihak yang berkepentingan. Praktik tata kelola perusahaan semakin mendapat perhatian dari para regulator, investor dan analis.

PENGUNGKAPAN DAN PELAPORAN BISNIS MELALUI INTERNET.
          World Wide Web semakin banyak digunakan sebagai saluran penyebaran informasi, dimana media cetak sekarang memainkan peranan sekunder. Bahasa Pelaporan Usaha (Extensible Business Reporting Language – XBRL) merupakan tahap awal revolusi pelaporan keuangan. Bahasa komputer ini dibangung ke dalam hampir seluruh software untuk pelaporan akuntansi dan keuangan yang akan dikeluarkan di masa depan, dan kebanyakan pengguna tidak perlu lagi mempelajari bagaimana mengolahnya sehingga secara langsung dapat menikmati manfaatnya.
PENGUNGKAPAN LAPORAN TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA PASAR BERKEMBANG.
          Pengungkapan laporan tahunan perusahaan di negara-negara pasar berkembang secara umum kurang ekstensif dan kurang kredibel dibandingkan dengan pelaporan perusahaan di negara-negara maju. Sebagai contoh, pengungkapan yang tidak cukup dan yang menyesatkan dan perlindungan konsumen yang terabaikan disebut-sebut sebagai penyebab krisis keuangan Asia Timur di tahun 1997.
          Tingkat pengungkapan yang rendah di negara-negara pasar berkembang tersebut konsisten dengan sistem tata kelola perusahaan dan keuangan di negara-negara itu. Pasar ekuitas tidak terlalu berkembang, bank dan pihak internal seperti kelompok keluarga menyalurkan kebanyakan kebutuhan pendanaa dan secara umum tidak terlalu banyak adanya kebutuhan akan pengungkapan publik yang kredibel dan tepat waktu, bila dibandingkan dengan perekonomian yang lebih maju.
          Namun demikian, permintaan investor atas informasi mengenai perusahaan yang tepat waktu dan kredibel di Negara-negara pasar berkembang semakin banyak regulator memberikan respons terhadap permintaan ini dengan membuat ketentuan pengungkapan yang lebih ketat dan meningkatkan upaya-upaya pengawasan dan penegakan aturan.

Sumber: http://baihaqifahmi.wordpress.com/2011/04/13/aspek-perbedaan-praktik-pelaporan-dan-pengungkapan/

artikel akuntansi internasional 5

PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN

Dengan adanya globalisasi, pasar modal semakin ramai dan memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Investor perseorangan menjadi aktif dalam pasar tersebut. Akibatnya, pengungkapan publik, perlindungan terhadap investor, nilai pemegang saham dan bentuk tata kelola perusahaan yang didorong oleh pasar saham semakin penting. Dengan demikian, meskipun praktek pengungkapan sangat berbeda-beda dari suatu Negara dengan Negara lain, perlahan mulai muncul kemiripan (konvergensi). Ratusan perusahaan telah meningkatkan pengungkapan dan mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau GAAP AS, mematuhi ketentuan pasar bursa efek dan badan regulator domestic dan luar negeri, dan memberikan respon terhadap berbagai permintaan informasi yang diajukan para investor dan analis.

PERKEMBANGAN PENGUNGKAPAN

Perkembangan sistem pengungkapan sangat berkaitan dengan pengungkapan perkembangan sistem akuntansi. Standar dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, sistem hukum, ikatan poltik dan ekonomi, tingkat pembangunan ekonomi, tingkat pendidikan, budaya dan pengaruh lainnya.

Perbedaan nasional dalam pengungkapan umumnya didorong oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan. Di Amerika serikat, Inggris dan Negara-negara Anglo Amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju.

Sedangkan dikebanyakan Negara-negara lain (seperti Prancis, Jepang dan beberapa Negara pasar yang beerkembang) kepemilikan saham masih sangat terkonsentrasi dan bank (dan atau pemilik keluarga) secara tradisional menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan. Bank-bank mendapat banyak informasi mengenai posisi keuangan dan aktivitas perusahaan. Pengungkapan public tidak terlalu maju di pasar-pasar ini dan perbedaan besar dalam jumlah informasi yang diberikan kepada pemegang saham dan kreditor dengan yang diberikan kepada public masih diperbolehkan.

Beberapa studi menunjukkan bahwa pengungkapan dilakukan secara sukarela oleh manajer. Manfaat dari peningkatan pengungkapan adalah biaya transaksi yang lebih rendah dalam memperdagangkan surat berharga yang dikeluarkan perusahaan, minat para analis keuangan dan investor terhadap perusahaan yang semakin besar, likuiditas saham yang meningkat, dan biaya modal yang lebih rendah. Manajer cenderung menunda pengungkapan berita yang negative, mengelola laporan keuangan untuk lebih menunjukkan wajah positif perusahaan dan menilai lebih kinerja dan prospek keungan perusahaannya. Namun, sejumlah aturan dan peran auditor memastikan bahwa manajer menerapkan kebijakan akuntansi yang memadai dan memberikan pengungkapan yang diwajibkan tepat waktu.

PRAKTIK PELAPORAN dan PENGUNGKAPAN

Apa yang sesungguhnya diungkapkan oleh perusahaan di seluruh dunia dalam laporan keuangan mereka ? Praktik pengungkapan dalam laporan tahunan mencerminkan respons manajer terhadap ketentuan pengungkapan yang dikeluarkan oleh badan regulator dan insentif yang mereka dapatkan jika menyediakan informasi kepada pengguna laporan keuangan secara sukarela. Apabila aturan pengungkapan tidak diwajibkan maka, pengungkapan yang diharuskan tersebut menjadi sukarela, karena manajer perusahaan tidak akan mematuhi aturan pengungkapan jika kepatuhan itu menimbulkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan perkiraan biaya ketidakpatuhan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan dengan jelas pengungkapan yang “diwajibkan” dan pengungkapan yang secara nyata dilakukan.

Pengungkapan informasi yang melihat masa depan dianggap sangat relevan dalam pasar ekuitas di sekuruh dunia. Informasi yang melihat masa depan mencakup ramalan pendapatan, laba rugi per saham, pengeluaran modal dan pos keuangan lainnya, informasi prospektif mengenai kinerja atau posisi ekonomi masa depan yang tidak terlalu pasti bila dibandingkan dengan proyeksi pos periode fiscal dan proyeksi jumlah, dan laporan rencana manajemen dan tujuan operasi di masa depan.

Pengungkapan segmen membantu para pengguna laporan keuangan untuk memahami secara lebih baik bagaimana bagian-bagian dalam sutu perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan perusahaan. Pelapporan tanggung jawab social mengacu pada pengukuran dan komunikasi informasi mengenai pengaruh suatu perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan, masyarakat setempat dan lingkungannya.

Pelaporan keuangan juga bukan hanya untuk mengakomodasi pengguna domestic, melainkan juga pengguna non domestic terutama pada perusahaan multinasional. Pengungkapan dan pelaporan bisnis juga dapat dilakukan melalui internet, dimana semua pihak yang berkepentingan dapat mengakses informasi keuangan. Dengan menggunakan internet, investor juga dapat melakukan transaksi perdagangan dan membuat keputusan investasi dengan satu klik.

IMPLIKASI BAGI PARA PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN DAN PARA MANAJER

Para pengguna laporan keuangan harusnya dapat menduga perbedaan yan besar dalam tingkat pengungkapan dan praktik pelaporan keuangan. Meskipun para manajer dari banyak perusahaan terus – menerus sangat dipengaruhi oleh biaya pengungkapan informasi yang bersifat wajib, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela semakin meningkat di seluruh dunia. Manajer di Negara-negara yang secara tradisional memiliki pengungkapan rendah harus mempertimbangkan apakah menerapkan kebijakan peningkatan pengungkapan dapat memberikan manfaat dalam jumlah yang signifikan bagi perusahaan mereka. Lagi pula, para manajer yang memutuskan untuk memberikan pengungkapan lebih banyak dalam bidang-bidang yang dipandang penting oleh para investor dan analis keuangan, seperti pengungkapan segmen dan rekonsiliasi, dapat memperoleh keunggulan kompetitif dari perusahaan lain yang memiliki kebijakan pengungkapan yang ketat. Studi lebih lanjut mengenai biaya dan manfaat peningkatan pengungkapan dalam ruang lingkup internasional dapat memberikan bukti penting dalam hal ini.

Kamis, 04 April 2013

Artikel Akuntansi Internasional 4


Inflasi Akuntansi di Amerika Selatan
            Dengan hiperinflasi yang merajalela dalam bebrapa tahun terakhir ini di sejumlah negara di Amerika Selatan, khususnya Brazil dan Argentina, ini tidak mngejutkan bahwa ada tekanan-tekanan untuk mengadopsi sistem-sistem inflasi akuntansi.Di Brazil, penyesuaian-penyesuaian inflasi akuntansi digunakan pada awal 1950-an, tapi sebuah peraturan/hukum perusahaan yang baru pada tahun 1976 , yaitu  pendekatan pengindeksasian umum untuk mengemukakan kembali biaya-biaya historis dalam syarat-syarat daya beli sekarang sebagai tanggal dari laporan keuangan.
            Semua perusahaan diwajibkan mengemukakan kembali neraca dengan hormat pada properti, bangunan, dan perlengkapan dan deprisiasi yang berhubungan, investasi-investasi, dan biaya-biaya yang ditangguhkan dan ekuitas pemegang saham.Di Argentina, sistem inflasi akuntansi diperkenalkan utamanya lewat inisiatif dan campur tangan profesi akuntansi. Pada tahun 1972, sebuah pernyataan dijadikan pokok permasalahan, merekomendasikan publikasi tambahan pelapaporan keuangan GPP. Pada tahun 1995, syarat-syarat penyesuaian GPP dipindahkan mengikuti periode inflasi yang rendah.
Nilai Akuntansi Sekarang di Belanda
            Di Belanda, orang-orang Belanda sadar akan nilai akuntansi sekarang untuk waktu yang lama. Perluasan pelatihan akuntan dalam bisnis ekonomi telah dihasilkan dalam filosofi akuntansi yang perhatian dengan nilai sekarang, biaya dan dengan suara prinsip-prinsip dan praktek-praktek bisnis ekonomi. Ada dua alasan mengapa fokus pada Belanda jika tidak ada persyaratan untuk biaya sekarang atau akuntansi GPP yaitu, pertama melibatkan teori Profesor Theodore Limberg, yang sering disebut Bapak Teori Nilai Penggantian karena kepeloporannya bekerja di Belanda tahun 1930-an. Dia fokus pada hubungan kuat antara ekonomi dan akuntansi dan percaya bahwa pendapatan seharusnya tidak dihasilkan tanpa pemeliharaan sumber daya dari pendapatan bisnis dari sudut kelangsungan atau kelanjutan. Pendapatan adalah fungsi dari penghasilan dan nilai-nilai penggantian daripada biaya historis. Dalam tambahannya Limberg mempertahankan bahwa informasi nilai sekarang harus digunakan semua pembuat keputusan.
            Alasan kedua, untuk melihat pada Belanda untuk mempelajari dari pengalaman dari perusahaan Philips multinasional orang Belanda yang merupakan pelopor penyedia laporan keuangan nilai sekarang. Philips adalah contoh yang menarik dan berharga dari aplikasi praktek dalam nilai akuntansi sekarang. Dalam laporan keuangan nilai sekarang, Philips menggunakan nilai penggantian sekarang bersama dengan proses penyesuian untuk merefleksikan tingkat dimana ada penambahan keuntungan dari aset finansial dari pinjaman daripada modal ekuitas.
            Nilai-nilai sekarang dipergunakan oleh departemen pembelian untuk aktiva tetap; oleh departemen permesinan untuk spesifikasi disain bagian peralatan, dan oleh desain bangunan dan departemen permesinan gedung untuk bangunan bangunan.
            Brink (1999) yang menunjukkan, Philips cenderung untuk beberapa tahun menerapkan nilai penggantian akuntansi dalam sebuah cara yang jauh dari konservatif dan design untuk mempertinggi keuntungan. Perlakuan pada pengurangan nilai persediaan dan proses penyesuian dalam negara yang mengalami hiperinflasi, sebagai contoh secara khusus kontroversial, cukup terpisah dari kebijakan akuntansi yang berhubungan pada mata uang asing, goodwill, dan aktiva tidak berwujud dalam hal yang umum.

Nama : Fauzan Alfiansyah
Npm: 25209222
Kelas: 4eb11

Artikel Akuntansi Internasional 2

PERBEDAAN AKUNTANSI INTERNASIONAL DAN ANALISIS PERNYATAAN KEUANGAN
            Seiring dengan bisnis dan pasar keuangan yang telah banyak menuju internasionalisasi,begitu juga dengan perbedaan dalam akuntansi internasional yang menjadi lebih penting dari sudut pandang analisis pernyataan keuangan internsaional. Pertanyaan kuncinya mencakup ke arah perbedaan akuntansi internasional yang berdampak ke penaksiran pendapatan dan aliran kas ke depannya dan dari resiko dan ketidakpastian sekutu.
            Penilaian/penaksiran ini penting untuk portofolio investor. Hal ini uga penting untuk perhatian perusahaan dengan foreign direct investment (FDI)/investasi asing langsung, yang melibatkan penaksiran dari akuisisi potensial dan partisipasi ventura gabungan atau meningkatnya modal dari perusahaan yang terdaftar pada pasar saham asing. Jumlah yang bertambah dari perusahaan yang terdaftar dalam bursa saham internasional, dengan bursa efek London yang sudah diambil alih oleh bursa efek New York sebagai bursa efek yang paling populer,dan banyak lagi bursa saham yang terus berkembang. Sebagai tambahan disana juga ada pertambahan yang dramatis dari bermunculannya bursa efek dan kompetisi untuk investasi internasional.
            Perbedaan akuntansi internasional membawa sejumlah permasalahan dari sudut pandang analisis keuangan. Pertama, sebagai usaha untuk menilai perusahaan asing, ada kecendrungan untuk melihat pendapatan dan data finansial yang lainnya dari sudut pandang negara asalnya, dan karena adanya bahaya dari mengabaikan efek dari perbedaan akuntansi. Kecuali perbedaan signifikan yang diambil ke dalam akun, mungkin dengan beberapa keterlibatan pernyataan ulang, ini mungkin mempunyai konsekuensi yang sangat serius. Kedua, kesadaran dari perbedaan internasional menyarankan perlunya untuk menjadi familiar dengan prinsip akuntansi negara asing sebagai tujuan untuk mengenal lebih baik data pendapatan dalam konteks pengukuran. Ketiga, persoalan dari sifat yang bisa dibandingkan dan harmonisasi akuntasni yang diulas dalam konteks dari kesempatan investasi alternatif. Dalam hal ini, Choi dan Levich (1991) menyediakan kerangka kerja yang berguna untuk menganalisa dampak dan relevansi dari perbedaan dalam kemiripan dan ke tidak miripan lingkungan ekonomi. Dalam lingkungan atau situasi akuntansi yang mirip, perbedaan akuntansinya adalah ketidak logisan dan petunjuk ke arah hasil yang tidak bisa dibandingkan. Praktik logikal menyarankan perlakuan akuntansi yang mirip/sama. Ketika lingkungan ekonomi tidak sama, tetapi, seperti kasus investasi internasional, perbedaan akuntansi bisa dibenarkan, khususnya dimana letak ketidak samaan itu ada di peraturan perusahaan, peraturan pajak, sumber keuangan, kebiasaan bisnis, kebudayaan akuntansi dan seterusnya. Disisi lain, perlakuan akuntansi yang mirip mungkin dibenarkan ketika beberapa faktor memiliki beberapa kemiripan yang signifikan. Pentingnya pengertian dari faktor lingkungan dan kebudayaan/kultural sangat diperhatikan.
            Dalam sebuah survei untuk meneliti bagaimana partisipan pasar modal merespon perbedaan akuntansi, Choi dan Levich mencontohkan pendapat dari investor institusional, perusahaan multinasional yang mengeluarkan sekuritas, bank dibawah sekuritas internasional, dan badan regulatory. Hanya 48% dari seluruh responden yang diwawancarai dipengaruhi oleh perbedaan akuntansi internasional, tetapi sepertinya 52% responden yang mengklaim tidak terpengaruh oleh perbedaan akuntansi faktanya “coping” berbagai macam faktor, termasuk (1) mengulang akun dengan GAAp mereka sendiri, (2) berkembangnya kapabilitas GAAP asing, (3) menggunakan sumber informasi yang lain, dan (4) menggunakan pendekatan investasu yang berbeda, contohnya pendekatan makro ekonomi “top-down” atau dari atas ke bawah untuk pemilihan negara dipasangkan dengan diversifikasi saham di negara tersebut. Pendekatan yang mirip, yang digunakan oleh responden lainnya yang mana keputusan investasinya sepertinya di pengaruhi oleh perbedaan akuntansi. Hasil dari studi ini menyarankan bahwa masalah dan biaya yang timbul dari perbedaan akuntansi internasional sangat nyata dan perlu diinvestigasi lebih jauh lagi untuk diteliti dan diselesaikan. Pada akhirnya, ada kebutuhan yang jelas untuk melihat perbedaan dan dampaknya pada pengukuran pendapatan dan performa perusahaan.

PERBEDAAN UTAMA DALAM PRINSIP AKUNTANSI DI SELURUH DUNIA
            Adanya perbedaan akuntansi di seluruh dunia sudah tidak diragukan lagi cukup signifikan untuk membuat pekerjaan dari analis keuangan sangat sulit dalam periode pembuatan perbandingan internasional.
            Jika sekarang kita fokus pada beberapa pengukuran kunci dalam pemilihan beberapa negara besar seperti AS, Uni Eropa (termasuk di dalamnya Inggris, Belanda, Prancis dan Jerman), Brasil, Swiss, China dan Jepang, kita bisa melihat variasi dari prinsip akuntansu yang digunakan bisa berpengaruh berbeda terhadap pendapatan dan aset.
            Untuk beberapa negara, yang mana representatif dalam pengidentifikasian klasifikasi kultur sebelumnya telah di bahas pada bab 3 & 4, prinsip akuntansi juga berkaitan dengan pemilihan pengukuran kunci yang dipresentasikan pada basis komparatif. Dari kesimpulan ini bisa terlihat beberapa perbedaan di berbagai negara.
Dengan hormat kepada basis pengukuran yang digunakan, aplikasi konservatif dari biaya historis umumnya di jadikan persyaratan di negara Uni Eropa, disana ada kecendrungan untuk pendekatan yang lebih fleksibel, khususnya di Inggris dan Belanda. Di dua negara tersebut, biaya histors secara berkala di modifikasi dengan revaluasi nilai pasar atau biaya pengganti, khususny pada kasus tanah dan bangunan dan peralatan.
            Akuntansi depresiasi di AS dan Uni Eropa, khususnya di Inggris didasarkan pada konsep dari nilai guna umur ekonomi, dimana di negara lain seperti Prancis, Jerman, Swiss dan Jepang, peraturan perpajakan secara umum mendorong metode yang lebih cepat.
            Pengukuran persediaan secara umum didasarkan pada prinsip “lower of cost and market” tetapi dengan beberapa variasi dalam penaksiran arti dari pasar, itu adalah, “net realizable value” atau biaya pengganti. LIFO juga kadang kali diijinkan untuk tujuan pajak (sebagai contohnya Jepang dan AS), tetapi lebih sering tidak (contohnya Uni Eropa). Kontruksi kontrak diakuntansikan secara umum menggunakan metode “percentage-of-completion”. Tetapi metode kontrak lengkap yang lebih konservatif digunakan di Swiss, Cina dan Jerman.
            Biaya bagian penelitian dan pengembangan/Research and Development (R&D) biasanya dikeluarkan lebih cepat di negara Anglo-Amerika dan Jerman. Meskipun I Brasil pendekatan yang lebih fleksibel telah diadopsi secara umum. Pendekatan yang serba memperbolehkan juga diadopsi secara umum  ke arah kapitalisasi biaya peminjaman dari aset.
            Perlakuan dari keuntungan pensiun juga diakuntasikan secara umum atas basis yang bertambah/ atau proyeks keuntungan yang akan dibayarkan kepada karyawan, kontras dengan Brasil dan Cina yang menggunakan metode sebaliknya.
            Perlakuan terhadap perpajakan adalah area utama dari perbedaan pengukuran pendapatan akuntansi menjadi dipengaruhi secara kuat oleh peraturan pajak di Prancis, Jerman, Swiss, dan Brasil.
            Perlakuan dari kombinasi bisnis di seluruh dunia bervariasi tergantung pada kurang atau lebihnya  metode “pooling-of-interest” atau kumpulan kepentingan, metode ini dijadikan persyaratan atau diijinkan tergantung pada keadaan tertentu. Tetapi metode pembelian juga dibutuhkan secara umum. Di Brasil, Cina dan Jepang metode amortisasi diperlukan dan kontras dengan AS dan Inggris, dimana mertode amortisasi tidak diperlukan tetapi dilakukan tes kelayakan.
            Berkaitan dengan goodwill, hal-hal lain seperti merk, hak publikasi, dan paten, yang secara umum dikapitaslisasi, kecuali di Swiss, tetapi subjek biasanya diamortisasi, jika tidak maka diadakan tes kelayakan.
            Akhirnya, hal-hal yang berkaitan dengan translasi mata uang asing adalah penting dalam tujuannya untuk mendapatkan pengukuran untuk memilih antara average atau closing rate. Disini, spertinya ada beberapa fleksibilitas secara umu, dengan kurs aktual ataupun kurs rata-rata.
            Meskipun adanya pertumbuhan kekhawatiran terhadap perbedaan prinsip pengukurann dan praktiknya secara internasional, kurang lebih yang diketahui tentang dampak keseluruhan dari perbedaan akuntansu atas pendapatan dan ekuitas pemegang saham. Meskipun begitu, perbedaan kepada berbagai aspek pengukuran akuntansi mungkin telah dikompensasi satu sama lain agar secara luas dampak keseluruhannya tidak terlalu signifikan. Pertanyaan pentingnya adalah apakah perbedaan akuntasnsi secara sistematis berdampak terhadap pengukuran pendapatan, dengan kata lain, apakah perbedaan ini sangat berarti?
            Meskipun telah dilakukan riset yang sangat terbatas mengenai dampak kuantitatif dari perbedaan akuntansi internasional, ada  bukti kuat antara hubungan prinsip akuntansi di AS dengan Inggris, beberapa negara Uni Eropa, dan Jepang.

Nama : Fauzan Alfiansyah
Npm: 25209222
Kelas:4eb11

Artikel Akuntansi Internasional 1

AKUNTANSI INTERNASIONAL
DAN
BISNIS INTERNASIONAL

A.    PERKEMBANGAN AKUNTANSI
Pada awalnya orang-orang tidak mengetahui secara pasti kapan akuntansi pertama kali digunakan dalam dunia bisnis untuk membantu perekonomian. Menurut sejarah internasional, Luca Pacioli merupakan orang yang telah menerbitkan pertama kali pembukuan Double-entry. Pembukuan ini dianggap sebagai asal mula akuntansi yang ada sekarang, dimana muncul dari sebuah kota di Italia pada abad 14 dan 15. Sejak itu pembukuan Italia bermigrasi ke Jerman, Prancis dan negara-negara berdataran rendah. Dari sana kemudian mencapai Inggris, yang sebagai penguasa ekonomi dunia selama abad 17 dan 18 membuat Inggris menjadi misionaris yang ideal bagi akuntansi. Pengaruh Inggris menyebarkan teknik-teknik akuntansi tidak hanya ke Amerika Utara tetapi keseluruh negara persemakmuran. Seiring dengan tumbuhnya pengaruh ekonomi AS selama pertengahan abad ke-20, konsep-konsep dan praktik akuntansi AS diteruskan tidak hanya ke Jerman dan Jepang tetapi juga ke Negara-negara berkembang seperti Brazil, Israel, Mexic, dan Filipina.

B.     PERBEDAAN NASIONAL DALAM SISTEM AKUNTANSI
Perbedaan dalam kondisi perekonomian akan menimbulkan perbedaan prinsip akuntansi. Semakin maju ekonomi suatu negara maka semakin kompleks pula akuntansinya. Bagi negara-negara yang berpengalaman mengalami inflasi cukup tinggi, standar akuntansinya mencakup standar akuntansi inflasi. Semakin maju tingkat pendidikan dan ekonomi suatu negara, profesi akuntan juga semakin kuat. Semakin besar profesi akuntan, kemungkinan besar profesi tersebut dapat mendorong perbaikan dan pengembangan akuntansi, baik standar akuntansi maupun praktek akuntansi. Selain itu sistem politik, peraturan perpajakan juga mempengaruhi system akuntansi.



C.    EVOLUSI DAN PERKEMBANGAN PESAT BISNIS INTERNASIONAL
·         Zaman Pra-Industrialisasi
Bangsa Yunani telah melakukan ekspor besar-besaran sejak lima abad sebelum masehi. Pada abad ke-17 bangsa Eropa melakukan perdagangan internasional, walaupun hal itu dilakukan atas dasar dominsi politik, yaitu dengan mengontrol perdagangan monopoli.
·         Zaman Industrialisasi
Pada akhir abad ke-18 sampai dengan abad ke-20, perkembangan teknologi produksi dan transportasi meningkatkan arus barang dan jasa dari dan kesuatu Negara. Revolusi industri menyertakan teknologi yang mengakibatkan timbulnya produksi masal dan standarisasi produk-produk.
·         Zaman setelah Perang Dunia II
Pada masa stabilitas politik dunia setelah perang, bisnis internasional tumbuh pesat. Pertumbuhan permintaan barang dan jasa meningkat pesat, diimbangi dengan kemampuan produksi dari pengalaman industrialisasi maka menimbulkan pertumbuhan bisnis.
·         Zaman Multinasional
Pada zaman ini aspek internasional fungsi-fungsi perusahaan semakin penting. Volume transaksi perusahaan multinasional menjadi penyangga ekonomi suatu negara.

D.    PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP AKUNTANSI
Faktor-faktor yang mempengaruhi praktek akuntansi adalah: Budaya; Regulasi akuntansi; Profesi akuntansi; Riset dan pendidikan akuntansi; Inflasi; Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi;system perpajakan; Pasar Modal dan pasar uang; Aktivitas-aktivitas perusahaan; Sistem kepemilikan perusahaan; Sistem politik; Sistem Hukum; Iklim Sosial; dan Faktor-faktor internasional
Faktor-faktor tersebut bersifat dinamis dan bervariasi antara satu Negara dengan negara lainnya. Dinamikadan variasi ini berakibat pada bervariasinya sistem akuntansi di berbagai negara.



E. AKUNTABILITAS DAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL
            Foreign Direct Investment (FDI) oleh perusahaan Multinasional jelas membawa banyak manfaat dan kerugian bagi sebuah negara yang menerimanya, sehingga terdapat kebutuhan yang besar dari perusahaan Multinasional dalam akuntabilitas dan pengungkapan informasi terhadap publik. Oleh karena perusahaan Multinasional beroperasi di beberapa negara yang berbeda, maka biasanya mereka dapat memiliki peluang untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas yang belum tentu dapat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lainnya yang lebih kecil. Hal ini dapat menimbulkan beberapa konflik di negara tuan rumah.

F. ASPEK AKUNTANSI DALAM BISNIS INTERNASIONAL
            Sebuah perusahaan yang membawa dirinya ke dalam permasalahan akuntansi internasional biasanya diawali dengan kegiatan ekspor dan impor mereka. Dalam kegiatan ekspor, sebuah perusahaan lokal yang menerima order pembelian dari konsumen luar negeri perlu terlebih dahulu menginvestigasi kesanggupan dan kebenaran si pembeli tersebut untuk membayar barang ekspor tersebut, apalagi jika penjualan dilakukan secara kredit. Dalam kegiatan mengimpor barang, perusahaan lokal tidak akan menemui banyak tanggung jawab seperti dalam kegiatan ekspor, karena permsalahan akuntansi internasional akan lebih banyak diurus oleh si produsen dari luar negeri.

Nama : Fauzan Alfiansyah
Npm: 25209222
Kelas : 4EB11