Kamis, 20 Juni 2013
Tugas Artikel Akuntansi Internasional 11
PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN
Perencanaan dan kendali manajemen sangat penting bagi perusahaan, dalam hal ini perusahaan multinasional. Namun, pengurangan dalam hambatan perdagangan nasional terus menerus, mata uang yang mengambang, resiko kedaulatan, pembatasan terhadap pengirim dana lintas batas nasional, perbedaan dalam system pajak nasional, perbedaan tingkat suku bungan dan pengaruh harga komoditas dan ekuitas yang berubah-ubah terhadap aktiva, laba, dan biaya modal perusahaan merupakan variable yang memperumit keputusan manajemen. Persaingan global yang terjadi seiring dengan kemajuan dalam teknologi terus menerus secara signifikan mengubah ruang lingkup usaha dan ketentuan pelaporan internal.
Persaingan global dan cepatnya penyebaran informasi mendukung semakin sempitnya perbedaan nasional dalam praktik akuntansi manajemen. Tekanan tambahan mencakup antara lain perubahan pasar dan teknologi, pertumbuhan privatisasi, insentif biaya, dan kinerja, serta koordinasi operasi global melalui usaha patungan (joint ventures) dan kaitan strategik lainnya. Hal tersebut mendorong manajemen perusahaan multinasional untuk tidak hanya menerapkan teknik akuntansi internal yang dapat dibandingkan, tetapi juga menggunakan teknik-teknik ini dengan cara yang sama.
1. Pembuatan model usaha
Seiring dengan perjalanan waktu banyak pengalaman dan cerita yang kita temui. Pengalaman yang baik akan menjadi sumber motivasi sebagai pendorong menjadi lebih baik. Pengalaman yang buruk menjadi sumber pembelajaran dan perbaikan dari situasi saat ini. Survey terbaru menemukan bahwa akuntan manajemen mengahabiskan lebih banyak waktu dalam masalah perencanaan strategis dibandingkan dengan masa sebelumnya. Penentuan model usaha merupakan gambaran besar, dan terdiri dari formulasi, pelaksanaan dan evaluasi rencana bisnis jangka panjang suatu perusahaaan. Hal ini mencakup empat dimensi utama.
mengidentifikasi faktor-faktor utama yang relevan terhadap kemajuan perusahaan di masa depan.
merumuskan teknik yang memadai untuk meramalkan perkembangan masa depan dan menganalisis kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan diri atau memanfaatkan perkembangan tersebut.
mengembangkan sumber-sumber data untuk mendukung pilihan-pilihan strategis.
mentranslasikan pilihan-pilihan tertentu menjadi serangkaian tindakan yang spesifikasi.
2. Perbedaan Antara Konsep Biaya Standard dan Kaizen
Sistem penentuan biaya standar mencoba untuk meminimalkan varians antara biaya yang dianggarkan dengan biaya aktual. Penentuan biaya kaizen menekankan untuk melakukan apa ynag diperlukan untuk mencapai tingkatan kinerja yang diinginkan dalam kondisi pasar yang kompetitif.
Konsep Biaya Standar Konsep Biaya Kaizen
Pengendalian biaya Pengurangan biaya
Diterapkan pada kondisi manufaktur yang ada Diterapkan pada perbaikan manufaktur secara terus-menerus
Tujuan : kesesuaian dengan standar kinerja Tujuan : mencapai target pengurangan biaya
Standar ditentukan tiap tahun Target pengurangan biaya ditentukan setiap bulan
Analisis varians didasarkan pada aktual vs standarAnalisis varians didasarkan pada pengurangan biaya secara konstan
Melakukan investigasi apabila standar tidak terpenuhi Melakukan investigasi jika target biaya tidak tercapai
3. Perkiraan kembalian investasi luar negeri.
Seorang manajer harus menentukan tingkat pengembalian yang relevan untk mengalisis kesempatan investasi asing. Namun, tingkat pengembalian yang relevan merupakan masalah sudut pandang: proyek luar negeri atau induk perusahaan.
Pengembalian dari dua sudut pandang ini dapat berbeda secara signifikan karena beberapa hal:
(1) pembatasan oleh pemerintah atas repatriasi laba dan modal
(2) biaya izin, royalt, dan pembayaran lain yang merupakan laba bagi induk perusahaan namun merupakan beban bagi anak perusahaan
(3) perbedaan laju inflasi nasional
(4) perubahan kurs valuta asing
(5) perbedaan pajak
Manajer keuangan harus memenuhi banyak tujuan dengan memberikan respons kepada kelompok investor dan noninvestor di organisasi dan di lingkungannya. Jika siatu investasi asing tidak menjanjikan pengembalian yang telah disesuaikan resiko yang nilainya lebih dari pengembalian yang diperoleh pesaing local, maka pemegang saham induk perusahaan akan lebih baik untuk berinvestasi langsung di perusahaan local.
Bagi manajer perusahaan multinasional, mengukur ekspektasi arus kas suatu investasi asing merupakan hal yang cukup menantang. Perkiraan penerimaan didasarkan pada proyeksi penjualan dan pengalaman antipasti penagihan. Beban operasi dan pajak local juga sama-sama diramalkan.
4. Biaya Modal Multinasional
Jika investasi luar negeri dievaluasi dengan menggunakan model arus kas terdiskonto, maka tingkat diskonto yang tepat harus dikembangkan. Teori penganggaran modal secara khusus menggunakan biaya modal perusahaan sebagai tingkat diskontonya, dengan demikian suatu proyek harus menghasilkan pengembalian yang setidaknya sama dengan biaya modal perusahaan agar dapat diterima. Tingkat patokan (hurdle rate) ini berkaitan dengan proporsi utang dan ekuitas dalam struktur keuangan perusahaan sebagai berikut.
Tidaklah mudah untuk mengukur biaya modal sebuah perusahaan multinasional. Biaya modal ekuitas dapat dihitung dengan beberapa cara. Satu metode yang populer menggabungkan ekspektasi pengembalian dividen dengan ekspektasi tingkat pertumbuhan dividen. Dengan mengasumsikan Di = ekspektasi dividen per lembar saham pada akhir periode. Po = harga pasar kini saham pada awal periode dan g = ekspektasi tingkat pertumbuhan dalam dividen, biaya ekuitas, Ke dihitung sebagai berikut Ke = Di/Po + g. Meskipun modal untuk mengukur harga kini saham, di kebanyakan negara di mana saham-saham perusahaan multinasional tercatat, seringkali cukup sukar untuk mengukur Di dan g. Pertama-tama karena Di merupakan ekspektasi. Ekspektasi dividen tergantung pada arus kas operasi perusahaan secara keseluruhan. Pengukur arus kas ini diperumit oleh pertimbangan faktor-faktor lingkungan. Terlebih lagi pengukuran tingkat pertumbuhan dividen suatu fungsi ekspektasi arus kas masa depan diperumit oleh kontrol valuta asing dan restriksi pemerntah lainnya dalam transfer dana lintas batas.
5. Masalah Informasi
Akuntan manajemen mempersiapkan sejumlah informasi untuk manajemen perusahaan, mulai dari pengumpulan data hingga laporan likuiditas dan ramalan operasional berupa berbagai jenis pengeluaran beban. Untuk setiap kelompok data yang disampaikan manajemen perusahaan harus menentukan periode waktu yang relevan untuk laporan, tingkat akurasi yang diperlukan, frekuensi pelaporan dan biaya serta manfaat penyusutan dan penyampaian tepat waktu.
Disini faktor-faktor lingkungan juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilakn secara translasi. Laporan dari operasi luar negeri perusaaan multinasioanal AS umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen doalr agar para manajer kantor pusat di AS melakukan evaluasi terhadap investasi mereka dalam dolar.
6. Penganggaran Operasional
Setelah tujuan strategis dan anggaran modal terbuat, selanjutnya manajemen memfokuskan diri pada perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka pendek mencakup pembuatan anggaran operasional atau rencana laba apabila diperlukan dalam organisasi. Rencana laba ini merupakan dasar bagi peramalan manajemen kas, keputusan operasi, dan skema kompensasi manajemen.
Kinerja keuangan suatu operasi luar negeri dapat diukur dalam mata uang lokal, mata uang negara asal, atau kedua-duanya. Mata uang yang digunakan dapat memiliki pengaruh yang signifikan pada saat menilai kinerja suatu unit luar negeri dan manajernya. Nilai mata uang yang berfluktuasi dapat mengubah laba ketika diukur dalam mata uang lokal dan akan menjadi karugian ketika dinyatakan dalam mata uang negara asal. Tiga kurs yang mungkin dapat digunakan ketika menyusun draft anggaran operasional pada awal periode :
a) Kurs spot yang berlaku ketika anggaran disuusun
b) Suatu kurs yang diperkirakan akan berlaku pada akhir periode anggaran (kurs proyeksi)
c) Kurs pada akhir periode jika anggaran disesuaikan jika kurs berubah (kurs penutupan)
7. Evaluasi Kinerja operasi Luar Negeri
Mengevaluasi kinerja merupakan pusat dari sistem pengendalian yang efektif. Sistem evaluasi kinerja yang dirancang dengan tepat memungkinkan manajemen puncak untuk :
a) Mempertimbangkan profitabilitas operasi yang ada.
b) Menentukan area yang memiliki kinerja tidak seperti yang diharapkan
c) Mengalokasikan sumber-sumber daya perusahaan yang terbatas dengan produktif.
d) Mengevaluasi kinerja manajemen.
e) Memastikan perilaku manajemen konsisten dengan prioritas strategi.
Sumber :
1.) Choi, Frederick D.S., and Gerhard D. Mueller, 2005., Akuntansi Internasional – Buku 1, Edisi 5., Salemba Empat, Jakarta.
2.) Choi, Frederick D.S., and Gerhard D. Mueller, 2005., Akuntansi Internasional – Buku 2, Edisi 5., Salemba Empat, Jakarta.
3.) http://muhammadandiazis.blogspot.com/2011/05/perencanaan-dan-kendali-manajemen.ht
Tugas Artkel Akuntansi Internasional 10
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL
1. Kesulitan-kesulitan Analisis Strategi Bisnis Internasional:
a. Ketersediaan informasi
Analisis strategi usaha sulit dilakukan khususnya di beberapa Negara karena kurang andalnya informasi mengenai perkembangan makro ekonomi. Memperoleh informasi mengenai industry juga sukar dilakukan di banyak Negara dan jumlah serta kualitas informasi perusahaan sangat berbeda-beda. Ketersediaan informasi khusus mengenai perusahaan sangat rendah di Negara berkembang. Akhir-akhir ini banyak perusahaan besar yang melakukan pencatatan dan memperoleh modal di pasar luar negeri telah memperluas pengungkapan mereka dan secara suka rela beralih ke prinsip akuntansi yang diakui secara global seperti standar pelaporan keuangan internasional.
b. Rekomendasi untuk melakukan analisis
Keterbatasan data membuat upaya untuk melakukan analisis strategi usaha dengan menggunakan metode riset tradisional menjadi sukar dilakukan. Seringkali sering dilakukan perjalanan untuk mempelajari iklim bisnis setempat dan bagaimanan industry dan perusahaan sesungguhnya beroperasi, khususnya di Negara-negara pasar berkembang.
2. Langkah-langah Dalam Melakukan Evalusai Kualitas Akuntansi Suatu Perusahaan:
a) Identifikasikanlah kebijakan akuntansi utama
b) Analisislah fleksibilitas akuntansi
c) Evaluasilah strategi akuntansi
d) Evaluasilah kualitas pengungkapan
e) Indentifikasikanlah potensi terjadinya masalah
f) Buatlah penyesuaian atas distorsi akuntansi
3. Pengaruh Analisis Akuntansi Terhadap Antar Negara
a. Penyesuaian depresiasi
Beban depresiasi akan mempengaruhi keuntungan, maka perlu diperhatikan umur dari fungsi aktiva yang harus diputuskan manajemen.
b. Penyesuaian persediaan LIFO ke FIFO
Persediaan harus dikonversikan dalam metode FIFO
c. Cadangan
Cadangan adalah kemampuan perusahaan untuk membayar atau menutup pengeluaran untuk menghapus beban.
d. Reformulasi Laporan Keuangan
Penyesuaian dari beberapa perubahan setelah adanya beberapa perhitungan pada point-point tsb di atas.
4. Kesulitan Memperoleh Informasi Akuntansi Internasional
Keempat tahap analisis usaha (analisis usaha, akuntansi, keuangan, dan prospektif) dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
(1) akses informasi
(2) ketepatan waktu informasi
(3) hambatan bahasa dan terminology
(4) masalah mata uang asing
(5) perbedaan dalam jenis dan format laporan keuangan.
- Akses Informasi
Informasi mengenai ribuan perusahaan dari seluruh dunia telah tersedia secara lugas dalam beberapa tahun terakhir. Sumber informasi dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya muncul melalui World Wide Web. Perusahaan di seluruh dunia saat ini memiliki sites Web dan laporan tahunannya tersedia secara cuma-cuma dari berbagai sumber interact dan lainnya.
Sumber informasi lain yang juga berharga adalah publikasi pemerintah, organisasi riset ekonomi, organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-bangsa, organisasi akuntansi, audit, dan pasar surat berharga.
- Ketepatan Waktu Informasi
Ketepatan waktu laporan keuangan, laporan tahunan, laporan kepada pihak regulator, dan siaran pers yang menyangkut laporan akuntansi berbeda-beda di tiap negara.
Perbedaan dalam ketepatan waktu informasi akuntansi menambah beban para pem¬baca laporan keuangan perusahaan asing. Beban ini semakin besar untuk perusahaan-pe¬rusahaan yang memiliki lingkungan yang senantiasa berubah-ubah. Agar penilaian yang dilakukan dapat bermakna, diperlukan penyesuaian terus-menerus atas jumlah yang di-laporkan, dengan menggunakan alat yang konvensional ataupun tidak konvensional.
- Pertimbangan Mata Uang Asing
Akun-akun yang berdenominasi dalam mata uang asing membuat para analis menghadapi dua jenis permasalahan yaitu :
1. Berkaitan dengan kemudahan pembaca
2. Menyangkut isi informasi.
Sebagian besar perusahaan di seluruh dunia menetapkan denominasi akun-akun keuangannya dalam mata uang domisili nasional mereka. Bagi seorang pembaca dari AS yang terbiasa dengan dolar, analisis akun-akun yang dinyatakan dalam euro dapat menimbulkan kebingungan. Jawaban yang umum untuk mengatasinya adalah dengan mentranslasikan saldo-saldo dalam mata uang asing ke dalam mata uang domestik.
Apabila laporan yang telah ditranslasikan memberikan kemudahan bagi para pembaca dalam melihat akun-akun mata uang asing dalam suatu mata uang yang telah dikenal umum, maka dapat timbul gambaran yang sebenarnya mengalami distorsi. Secara khusus, perubahan kurs valuta asing dan prosedur akuntansi secara bersamaan sering kali menghasilkan nilai ekuivalen dalam mata uang domestik yang bertentangan dengan peristiwa yang mendasarinya.
5. MEKANISME UNTUK MENGATASI PERBEDAAN PRINSIP AKUNTANSI ANTAR NEGARA
Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan yaitu :
- Beberapa analis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang diakui secara internasional atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum.
- Beberapa yang lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi di sekelompok Negara tertentu dan membatasi analisis mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang berlokasi di Negara-negara tersebut.
6. KESULITAN DAN KELEMAHAN DALAM ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL
a. Akses informasi
Informasi mengenai ribuan perusahaan dari seluruh dunia telah tersedia secara luas dalam beberapa tahun terakhir. Sumber informasi dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya muncul melalui World Wide Web (WWW). Perusahaan di dunia saat ini memiliki situs web dan laporan tahunannya tersedia secara Cuma-Cuma dari berbagai sumber lainnya.
b. Ketepatan waktu informasi
Ketepatan waktu laporan keuangan, laporan tahunan, laporan kepada pihak regulator berbeda-beda di tiap Negara.
c. Hambatan bahasa dan terminology.
d. Masalah mata uang asing.
e. Perbedaan dalam jenis dan format laporan keuangan.
Sumber :
1.Choi, Frederick D.S., and Gerhard D. Mueller, 2005., Akuntansi Internasional – Buku 1, Edisi 5., Salemba Empat, Jakarta.
2.Choi, Frederick D.S., and Gerhard D. Mueller, 2005., Akuntansi Internasional – Buku 2, Edisi 5., Salemba Empat, Jakarta.
3. http://inekriestianti.blogspot.com/2011/05/analisis-laporan-keuangan-internasional.html
TUGAS ARTIKEL AKUNTANSI INTERNASIONAL 9
ASEAN Perjuangkan Standar Akuntansi
DENPASAR, KOMPAS.com — Sebanyak 10 negara anggota ASEAN bersepakat memperkuat diri untuk memperjuangkan standar akuntansi khusus pelaporan keuangan publik atau pemerintahan yang sesuai dengan kebutuhan kawasan. Dengan cara ini, negara maju dan akuntan internasional yang terus-menerus memperbarui standar akuntansi dunia tidak memaksakan suatu standar akuntansi yang tidak tepat bagi pemerintahan di semua negara anggota ASEAN, yang pada umumnya memiliki karakteristik berbeda dengan negara maju.
"Ini sudah ada kesepakatan bersama agar daya tawar dan perundingan di dunia internasional diperkuat di negara-negara ASEAN sehingga dapat membawa kepentingan negara-negara ASEAN dalam pembahasan standar akuntansi internasional yang baru," ungkap Wakil Ketua Komite Standar Akuntasi Pemerintah (KSAP) AB Triharta di Kuta, Bali, Jumat (6/8/2010), menjelang penutupan acara Pertemuan Governmental Accounting Standard-Setter of ASEAN Member Countries.
Pelaporan keuangan pemerintah berbeda dengan swasta. Pada Desember 2009, Badan Standardisasi Akuntansi Sektor Publik Internasional (IPSASB) menerbitkan standar khusus pada Standar Akuntansi Sektor Publik Internasional (IPSAS) yang berbeda dengan standar akuntansi perusahaan swasta (IFRS). Standar khusus itu, antara lain, mengatur laporan keuangan proyek kerja sama pemerintah dan swasta (KPS), yakni mekanisme pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot Pemerintah Indonesia saat ini.
Hingga saat ini, ada 30 negara yang mengadopsi IPSAS, antara lain Perancis, Afrika Selatan, Swiss, Rusia, Israel, Slowakia, Austria, dan Brasil. Standar yang sama juga telah digunakan di semua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), OECD, Fakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan Interpol. Selain itu, ada 10 negara yang menggunakan IPSAS sebagai referensi, antara lain Indonesia, Australia, Selandia Baru, Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat.
Triharta menyebutkan, keinginan untuk membuat forum tidak hanya datang dari 10 negara ASEAN, tetapi juga dari delegasi Korea Selatan. "Keinginan untuk memperkuat daya tawar ini sangat tinggi, bahkan ada yang ingin mempeluas jangkauannya, tidak hanya level ASEAN," ungkapnya.
Di tempat terpisah, Anggota Komisi Kerja, Komite Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP), Hekinus Manao menegaskan, Indonesia tidak mau diatur oleh standar akuntansi dunia yang tidak tepat untuk kepentingan dalam negeri. Sebagai ilustrasi, bagi negara maju, hal terpenting yang harus dicantumkan dalam laporan keuangan adalah masuk keluarnya uang. Namun, bagi Indonesia, hal terpenting yang harus dilaporkan adalah dampak anggaran terhadap penciptaan lapangan kerja atau kondisi aset negara.
"Jadi, tidak ada dasarnya suatu lembaga akuntan internasional meminta negara seperti kita menggunakan standar yang mereka buat. Kepentingannya berlainan," tuturnya.
Kesimpulan nya:
Terkadang orang menggunakan istilah harmonisasi dan standarisasi seolah-seolah keduanya memiliki arti yang sama. Namun berkebalikan dengan harmonisasi, secara umum standarisasi berarti penetapan sekelompok aturan yang kaku dan sempit dan bahkan mungkin penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi. Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antarnegara, dan oleh karenanya lebih sukar untuk diimplemntasikan secara internasional. Harmonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka, tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua, tetapi mengakomodasi beberapa perbedaan dan telah mengalami kemajuan yang besar secara internasional dalam tahun-tahun terakhir.
Sumber:
http://internasional.kompas.com/read/2010/08/06/18120989/ASEAN.Perjuangkan.Standar.Akuntansi
DENPASAR, KOMPAS.com — Sebanyak 10 negara anggota ASEAN bersepakat memperkuat diri untuk memperjuangkan standar akuntansi khusus pelaporan keuangan publik atau pemerintahan yang sesuai dengan kebutuhan kawasan. Dengan cara ini, negara maju dan akuntan internasional yang terus-menerus memperbarui standar akuntansi dunia tidak memaksakan suatu standar akuntansi yang tidak tepat bagi pemerintahan di semua negara anggota ASEAN, yang pada umumnya memiliki karakteristik berbeda dengan negara maju.
"Ini sudah ada kesepakatan bersama agar daya tawar dan perundingan di dunia internasional diperkuat di negara-negara ASEAN sehingga dapat membawa kepentingan negara-negara ASEAN dalam pembahasan standar akuntansi internasional yang baru," ungkap Wakil Ketua Komite Standar Akuntasi Pemerintah (KSAP) AB Triharta di Kuta, Bali, Jumat (6/8/2010), menjelang penutupan acara Pertemuan Governmental Accounting Standard-Setter of ASEAN Member Countries.
Pelaporan keuangan pemerintah berbeda dengan swasta. Pada Desember 2009, Badan Standardisasi Akuntansi Sektor Publik Internasional (IPSASB) menerbitkan standar khusus pada Standar Akuntansi Sektor Publik Internasional (IPSAS) yang berbeda dengan standar akuntansi perusahaan swasta (IFRS). Standar khusus itu, antara lain, mengatur laporan keuangan proyek kerja sama pemerintah dan swasta (KPS), yakni mekanisme pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot Pemerintah Indonesia saat ini.
Hingga saat ini, ada 30 negara yang mengadopsi IPSAS, antara lain Perancis, Afrika Selatan, Swiss, Rusia, Israel, Slowakia, Austria, dan Brasil. Standar yang sama juga telah digunakan di semua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), OECD, Fakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan Interpol. Selain itu, ada 10 negara yang menggunakan IPSAS sebagai referensi, antara lain Indonesia, Australia, Selandia Baru, Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat.
Triharta menyebutkan, keinginan untuk membuat forum tidak hanya datang dari 10 negara ASEAN, tetapi juga dari delegasi Korea Selatan. "Keinginan untuk memperkuat daya tawar ini sangat tinggi, bahkan ada yang ingin mempeluas jangkauannya, tidak hanya level ASEAN," ungkapnya.
Di tempat terpisah, Anggota Komisi Kerja, Komite Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP), Hekinus Manao menegaskan, Indonesia tidak mau diatur oleh standar akuntansi dunia yang tidak tepat untuk kepentingan dalam negeri. Sebagai ilustrasi, bagi negara maju, hal terpenting yang harus dicantumkan dalam laporan keuangan adalah masuk keluarnya uang. Namun, bagi Indonesia, hal terpenting yang harus dilaporkan adalah dampak anggaran terhadap penciptaan lapangan kerja atau kondisi aset negara.
"Jadi, tidak ada dasarnya suatu lembaga akuntan internasional meminta negara seperti kita menggunakan standar yang mereka buat. Kepentingannya berlainan," tuturnya.
Kesimpulan nya:
Terkadang orang menggunakan istilah harmonisasi dan standarisasi seolah-seolah keduanya memiliki arti yang sama. Namun berkebalikan dengan harmonisasi, secara umum standarisasi berarti penetapan sekelompok aturan yang kaku dan sempit dan bahkan mungkin penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi. Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antarnegara, dan oleh karenanya lebih sukar untuk diimplemntasikan secara internasional. Harmonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka, tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua, tetapi mengakomodasi beberapa perbedaan dan telah mengalami kemajuan yang besar secara internasional dalam tahun-tahun terakhir.
Sumber:
http://internasional.kompas.com/read/2010/08/06/18120989/ASEAN.Perjuangkan.Standar.Akuntansi
Selasa, 07 Mei 2013
Tugas artikel akuntansi internasional 8
Inflasi merupakan fenomena di seluruh dunia yang terus-menerus
berdampak sangat buruk pada perekonomian banyak negara . Dalam beberapa
tahun terakhir , Argentina , Brazil , Israel , Meksiko , dan Rusia telah
di antara penderita terburuk kondisi hiperinflasi . Tingkat tahunan
inflasi sejak tahun 1970 di negara-negara seringkali melebihi 100 persen
dan telah mencapai sebesar 2.000 persen di Brazil dan Rusia . Bahkan di
negara-negara industri besar , inflasi mencapai angka dua kali lipat
dalam pertengahan 1970-an , dan di Inggris itu pergi sampai tinggi 25
persen . Tidak mengherankan, ada kekhawatiran yang meningkat di negara
yang paling terpengaruh untuk mengadopsi ” akuntansi inflasi ” sistem ,
yang akan memperbaiki kekurangan akuntansi konvensional biaya historis
dan mengungkapkan dampak perubahan harga dan inflasi pada pendapatan dan
aset .
Dalam bab ini , kita akan menganalisa pendekatan alternatif untuk akuntansi perubahan harga dan inflasi internasional dan meninjau inisiatif harmonisasi internasional .
PENGARUH INFLASI TERHADAP PERUSAHAAN
Pengaruh inflasi terhadap posisi keuangan dan kinerja perusahaan dapat menghasilkan keputusan operasi yang tidak efisien oleh manajer yang tidak memahami dampaknya . Dalam hal posisi keuangan , aset keuangan seperti kas yang kehilangan nilai selama inflasi karena daya beli mereka berkurang . Misalnya, jika bisnis memegang aset keuangan seperti selama suatu periode ketika inflasi meningkat sebesar 10 persen , yang memiliki daya beli kas 10 persen lebih sedikit pada akhir periode dari pada awal . Sebaliknya , pemegang kewajiban keuangan akan bermanfaat karena bisnis akan membayar kewajibannya di masa depan dengan kas yang telah kehilangan sebagian dari daya belinya . Peringatan di sini adalah bahwa kewajiban keuangan , seperti pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang , sering membawa tingkat suku bunga yang sangat tinggi dalam ekonomi inflasi .
Pengaruh inflasi terhadap aset nonmoneter tercermin dalam kedua laporan laba rugi dan neraca . Selama periode kenaikan harga , saat ini pendapatan penjualan yang cocok dengan persediaan yang mungkin telah dibeli beberapa bulan sebelumnya dan terhadap penyusutan dihitung berdasarkan nilai historis aset , dan peralatan yang mungkin telah dibeli beberapa tahun yang lalu , meskipun pada kenyataannya mengganti persediaan dan aktiva menjadi lebih mahal .
Laporan laba rugi dan neraca ini dapat menyebabkan efek bagi korporasi yang akan menjadi masalah likuiditas karena uang yang dihasilkan dari pendapatan dikonsumsi oleh biaya penggantian yang terus meningkatkan aset . Hasil pendapatan yang berlebihan dari pencocokan biaya lama dengan pendapatan baru dapat mengakibatkan tuntutan dari pemegang saham untuk dividen meningkat dan dari karyawan untuk menuntut upah lebih tinggi , meskipun korporasi mengamati adanya penyusutan kas .
Banyak yang telah dikatakan dalam beberapa tahun terakhir tentang bagaimana akuntansi konvensional tidak mewakili posisi keuangan sebuah perusahaan yang nyata . Yang menjadi perhatian adalah bahwa analis dan investor tidak dapat membuat keputusan keuangan tanpa memahami dampak inflasi . Dengan demikian , jenis sistem pengukuran akuntansi yang digunakan serta penafsiran merupakan isu penting untuk semua kelompok pengguna . Pengukuran pendapatan juga relevan dengan berbagai masalah termasuk harga saham, stabilitas usaha , upah , keamanan kerja , dan pertumbuhan ekonomi . Dalam konteks MNE , kekhawatiran ini semakin tinggi oleh keberadaan kelompok pengguna dengan konstituen yang berlokasi di negara yang berbeda dengan tradisi yang berbeda dalam pengukuran akuntansi .
Walaupun mungkin ada beberapa pengakuan dari kebutuhan untuk memperkenalkan sistem akuntansi inflasi , kecuali di negara-negara seperti Jerman dimana dianggap cenderung melembagakan inflasi, inflasi merupakan istilah akuntansi yang kemungkinan mencakup berbagai metode. Pendekatan alternatif utama adalah ” daya beli umum akuntansi” dan “ nilai akuntansi saat ini . “
PENGUKURAN AKUNTANSI ALTERNATIF
Daya beli umum akuntansi mencakup semua sistem yang dirancang untuk mempertahankan daya beli riil modal atau pemegang saham ekuitas dalam perusahaan oleh akuntansi untuk perubahan dalam tingkat harga umum ( daya beli umum uang) . Inilah arti yang tepat dari istilah inflasi , meskipun istilah akuntansi inflasi umumnya digunakan dalam arti yang sangat luas .Variasi pada daya beli akuntansi pada istilah umum mencakup ” akuntansi dolar konstan ” atau ” akuntansi tingkat harga umum ” di Amerika Serikat dan ” akuntansi daya beli saat ini ” ( CPP ) di Inggris .
Akuntansi nilai sekarang , di sisi lain , mencakup semua sistem yang dirancang untuk memperhitungkan nilai saat ini atau perubahan harga tertentu . Ini mencakup ” akuntansi biaya saat ini ” dan ” penggantian nilai akuntansi ” sistem , yang bertujuan untuk mempertahankan modal fisik , kapasitas produktif , atau aset operasional korporasi , dan ” keluar saat ini ( atau menjual ) akuntansi harga, ” yang bertujuan untuk mempertahankan pemegang saham ekuitas tetapi dari segi harga jual dari korporasi aktiva bersih . Meskipun ada berbagai alternatif yang diusulkan dalam setiap klasifikasi luas – bersama-sama dengan sistem ” nilai sebenarnya ” , yang menggunakan penggabungan unsur-unsur keduanya menggunakan – dari sistem akuntansi inflasi dalam prakteknya tidak berkembang dengan baik .
Oleh karena itu, pada intinya, ada dua filsafat tentang bagaimana untuk memperhitungkan inflasi . Daya beli umum akuntansi menggambarkan bahwa nilai uang telah turun atau naik , sedangkan akuntansi nilai sekarang menggambarkan bahwa biaya aktiva tertentu sudah naik atau turun . Hal ini dimungkinkan untuk menerapkan pendekatan untuk semua item dalam laporan keuangan yang dapat disesuaikan atau hanya beberapa item . Selain itu, pendekatan yang dapat digunakan secara terpisah atau dalam hubungannya dengan satu sama lain . Apapun pendekatan ini , perlu untuk mengidentifikasi rekening yang harus disesuaikan , apa yang menjadi dasar untuk penyesuaian (seperti indeks ) , dan di mana penyesuaian yang akan tercermin dalam laporan keuangan .
DAYA BELI UMUM AKUNTANSI
Filosofi umum akuntansi yang mendukung daya beli umum adalah untuk melaporkan aset , kewajiban , pendapatan , dan biaya dalam unit daya beli yang sama . Pendekatan di sini adalah bahwa ukuran unit moneter harus seragam yang sementara tetap mempertahankan dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan ( biaya perolehan ) .
Di sebagian besar negara, laporan keuangan disusun berdasarkan nilai nominal mata uang historis. Ini berarti bahwa laporan tidak disesuaikan dengan perubahan tingkat harga umum. Dalam akuntansi GPP, barang-barang non finansial dalam laporan keuangan (persediaan, tanaman, dan peralatan) disajikan kembali untuk mencerminkan daya beli umum, biasanya pada akhir tanggal neraca saldo . Sebagai contoh, asumsikan bahwa mesin perusahaan dibeli pada tanggal 1 Januari 1995, untuk $ 10,000 dan bahwa tingkat harga umum, yang diukur dengan indeks harga konsumen, meningkat sebesar 15 persen selama tahun berjalan. Pada tanggal 31, mesin akan muncul pada neraca sebesar $ 11,500 ($ 10,000 + [$ 10,000 x 0,15]) dari yang akan dikurangi penyusutan, disesuaikan dalam hal GPP, yang akan dikenakan terhadap penghasilan. Ini berarti bahwa itu akan mengambil $ 11,500 daya beli akhir – tahun untuk membeli apa yang dibeli pada tanggal 1 Januari sebesar $ 10,000 . Untuk laporan keuangan akhir tahun, aset keuangan dan kewajiban (kas, piutang, hutang) tidak akan disesuaikan karena mereka sudah dinyatakan dalam hal daya beli tanggal 31 Desember, tapi semua aset lainnya (termasuk inventaris), kewajiban, pendapatan, dan biaya (termasuk penyusutan) akan disesuaikan. Namun ketika tahun 1994 dan 1995 laporan keuangan dibandingkan, semua item dalam tahun 1994, rekening-termasuk aset keuangan dan kewajiban-akan kembali sampai dengan 31 Desember 1995, daya beli untuk memastikan perbandingan dengan laporan keuangan 1995
sumber : http://yuwie30.wordpress.com/2011/05/13/tugas-akuntansi-internasional-bagian-2-chapter-11-akuntansi-untuk-perubahan-harga-inflasi-internasional/
Dalam bab ini , kita akan menganalisa pendekatan alternatif untuk akuntansi perubahan harga dan inflasi internasional dan meninjau inisiatif harmonisasi internasional .
PENGARUH INFLASI TERHADAP PERUSAHAAN
Pengaruh inflasi terhadap posisi keuangan dan kinerja perusahaan dapat menghasilkan keputusan operasi yang tidak efisien oleh manajer yang tidak memahami dampaknya . Dalam hal posisi keuangan , aset keuangan seperti kas yang kehilangan nilai selama inflasi karena daya beli mereka berkurang . Misalnya, jika bisnis memegang aset keuangan seperti selama suatu periode ketika inflasi meningkat sebesar 10 persen , yang memiliki daya beli kas 10 persen lebih sedikit pada akhir periode dari pada awal . Sebaliknya , pemegang kewajiban keuangan akan bermanfaat karena bisnis akan membayar kewajibannya di masa depan dengan kas yang telah kehilangan sebagian dari daya belinya . Peringatan di sini adalah bahwa kewajiban keuangan , seperti pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang , sering membawa tingkat suku bunga yang sangat tinggi dalam ekonomi inflasi .
Pengaruh inflasi terhadap aset nonmoneter tercermin dalam kedua laporan laba rugi dan neraca . Selama periode kenaikan harga , saat ini pendapatan penjualan yang cocok dengan persediaan yang mungkin telah dibeli beberapa bulan sebelumnya dan terhadap penyusutan dihitung berdasarkan nilai historis aset , dan peralatan yang mungkin telah dibeli beberapa tahun yang lalu , meskipun pada kenyataannya mengganti persediaan dan aktiva menjadi lebih mahal .
Laporan laba rugi dan neraca ini dapat menyebabkan efek bagi korporasi yang akan menjadi masalah likuiditas karena uang yang dihasilkan dari pendapatan dikonsumsi oleh biaya penggantian yang terus meningkatkan aset . Hasil pendapatan yang berlebihan dari pencocokan biaya lama dengan pendapatan baru dapat mengakibatkan tuntutan dari pemegang saham untuk dividen meningkat dan dari karyawan untuk menuntut upah lebih tinggi , meskipun korporasi mengamati adanya penyusutan kas .
Banyak yang telah dikatakan dalam beberapa tahun terakhir tentang bagaimana akuntansi konvensional tidak mewakili posisi keuangan sebuah perusahaan yang nyata . Yang menjadi perhatian adalah bahwa analis dan investor tidak dapat membuat keputusan keuangan tanpa memahami dampak inflasi . Dengan demikian , jenis sistem pengukuran akuntansi yang digunakan serta penafsiran merupakan isu penting untuk semua kelompok pengguna . Pengukuran pendapatan juga relevan dengan berbagai masalah termasuk harga saham, stabilitas usaha , upah , keamanan kerja , dan pertumbuhan ekonomi . Dalam konteks MNE , kekhawatiran ini semakin tinggi oleh keberadaan kelompok pengguna dengan konstituen yang berlokasi di negara yang berbeda dengan tradisi yang berbeda dalam pengukuran akuntansi .
Walaupun mungkin ada beberapa pengakuan dari kebutuhan untuk memperkenalkan sistem akuntansi inflasi , kecuali di negara-negara seperti Jerman dimana dianggap cenderung melembagakan inflasi, inflasi merupakan istilah akuntansi yang kemungkinan mencakup berbagai metode. Pendekatan alternatif utama adalah ” daya beli umum akuntansi” dan “ nilai akuntansi saat ini . “
PENGUKURAN AKUNTANSI ALTERNATIF
Daya beli umum akuntansi mencakup semua sistem yang dirancang untuk mempertahankan daya beli riil modal atau pemegang saham ekuitas dalam perusahaan oleh akuntansi untuk perubahan dalam tingkat harga umum ( daya beli umum uang) . Inilah arti yang tepat dari istilah inflasi , meskipun istilah akuntansi inflasi umumnya digunakan dalam arti yang sangat luas .Variasi pada daya beli akuntansi pada istilah umum mencakup ” akuntansi dolar konstan ” atau ” akuntansi tingkat harga umum ” di Amerika Serikat dan ” akuntansi daya beli saat ini ” ( CPP ) di Inggris .
Akuntansi nilai sekarang , di sisi lain , mencakup semua sistem yang dirancang untuk memperhitungkan nilai saat ini atau perubahan harga tertentu . Ini mencakup ” akuntansi biaya saat ini ” dan ” penggantian nilai akuntansi ” sistem , yang bertujuan untuk mempertahankan modal fisik , kapasitas produktif , atau aset operasional korporasi , dan ” keluar saat ini ( atau menjual ) akuntansi harga, ” yang bertujuan untuk mempertahankan pemegang saham ekuitas tetapi dari segi harga jual dari korporasi aktiva bersih . Meskipun ada berbagai alternatif yang diusulkan dalam setiap klasifikasi luas – bersama-sama dengan sistem ” nilai sebenarnya ” , yang menggunakan penggabungan unsur-unsur keduanya menggunakan – dari sistem akuntansi inflasi dalam prakteknya tidak berkembang dengan baik .
Oleh karena itu, pada intinya, ada dua filsafat tentang bagaimana untuk memperhitungkan inflasi . Daya beli umum akuntansi menggambarkan bahwa nilai uang telah turun atau naik , sedangkan akuntansi nilai sekarang menggambarkan bahwa biaya aktiva tertentu sudah naik atau turun . Hal ini dimungkinkan untuk menerapkan pendekatan untuk semua item dalam laporan keuangan yang dapat disesuaikan atau hanya beberapa item . Selain itu, pendekatan yang dapat digunakan secara terpisah atau dalam hubungannya dengan satu sama lain . Apapun pendekatan ini , perlu untuk mengidentifikasi rekening yang harus disesuaikan , apa yang menjadi dasar untuk penyesuaian (seperti indeks ) , dan di mana penyesuaian yang akan tercermin dalam laporan keuangan .
DAYA BELI UMUM AKUNTANSI
Filosofi umum akuntansi yang mendukung daya beli umum adalah untuk melaporkan aset , kewajiban , pendapatan , dan biaya dalam unit daya beli yang sama . Pendekatan di sini adalah bahwa ukuran unit moneter harus seragam yang sementara tetap mempertahankan dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan ( biaya perolehan ) .
Di sebagian besar negara, laporan keuangan disusun berdasarkan nilai nominal mata uang historis. Ini berarti bahwa laporan tidak disesuaikan dengan perubahan tingkat harga umum. Dalam akuntansi GPP, barang-barang non finansial dalam laporan keuangan (persediaan, tanaman, dan peralatan) disajikan kembali untuk mencerminkan daya beli umum, biasanya pada akhir tanggal neraca saldo . Sebagai contoh, asumsikan bahwa mesin perusahaan dibeli pada tanggal 1 Januari 1995, untuk $ 10,000 dan bahwa tingkat harga umum, yang diukur dengan indeks harga konsumen, meningkat sebesar 15 persen selama tahun berjalan. Pada tanggal 31, mesin akan muncul pada neraca sebesar $ 11,500 ($ 10,000 + [$ 10,000 x 0,15]) dari yang akan dikurangi penyusutan, disesuaikan dalam hal GPP, yang akan dikenakan terhadap penghasilan. Ini berarti bahwa itu akan mengambil $ 11,500 daya beli akhir – tahun untuk membeli apa yang dibeli pada tanggal 1 Januari sebesar $ 10,000 . Untuk laporan keuangan akhir tahun, aset keuangan dan kewajiban (kas, piutang, hutang) tidak akan disesuaikan karena mereka sudah dinyatakan dalam hal daya beli tanggal 31 Desember, tapi semua aset lainnya (termasuk inventaris), kewajiban, pendapatan, dan biaya (termasuk penyusutan) akan disesuaikan. Namun ketika tahun 1994 dan 1995 laporan keuangan dibandingkan, semua item dalam tahun 1994, rekening-termasuk aset keuangan dan kewajiban-akan kembali sampai dengan 31 Desember 1995, daya beli untuk memastikan perbandingan dengan laporan keuangan 1995
sumber : http://yuwie30.wordpress.com/2011/05/13/tugas-akuntansi-internasional-bagian-2-chapter-11-akuntansi-untuk-perubahan-harga-inflasi-internasional/
Tugas artikel akuntansi internasional 7
PERBEDAAN TRANSLASI DAN KONVERSI ANTAR MATA UANG ASING.
Translation adalah proses pernyataan kembali informasi laporan keuangan dari satu mata uang ke mata uang lain.
• Isu kurs dikombinasikan dengan berbagai methode translasi yang dapat digunakan dan perlakuan “Laba/Rugi” translasi yang berbeda membuat perbandingan hasil-hasil laporan keuangan dari satu perusahaan ke perusahaan lain atau perusahaan yang sama dalam periode yang berbeda menjadi hal yang sulit.
• Alasan translasi
• Perusahaan dengan operasi luar negeri yaitu Perusahaan dengan operasi yang luas, tidak dapat menyiapkan laporan keuangan konsolidasi jika akun-akun mereka dan akun-akun subsidiaries tidak diungkapkan dalam satu mata uang.
• Skala kegiatan investasi internasional yang meluas saat ini meningkatkan kebutuhan penyampaian informasi kepada pembaca di negara lain yg signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestic dan luar negeri
.
• Alasan translasi
Alasan lain :
• Mencatat transaksi valuta asing
• Melaporkan aktivitas cabang internasional & anak perusahaan
• Melaporkan hasil operasi independen di luar negeri
.
• Terminologi
KONVERSI
• Translasi tidak sama dengan Konversi.
• Konversi : terjadi pertukaran fisik antar mata uang
• Translasi hanya perubahan satuan unit moneter.
• Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi.
• Tidak ada transaksi terkait yang terjadi, seperti bila dilakukan konversi.
• Nilai ekuivalen mata uang asing domestik diperoleh dengan mengalikan saldo dalam mata uang asing dengan kuota kurs langsung.
• Terminologi
Pasar SPOT
• Kesepakatan mempertukarkan jumlah tertentu suatu mata uang dengan mata uang lain yang harus diserahkan dalam 2 hari.
• Nilai tukar dinyatakan dalam 2 cara:
– Kuotasi langsung ($1=Rp 9.000)
– Kuotasi tidak langsung (Rp1=$0,0001111111111)
Pasar FORWARD
• Kesepakatan mempertukarkan jumlah tertentu suatu mata uang dengan mata uang lain di masa yang akan datang
• Terminologi
Pasar FORWARD
• Bid quote : jumlah yang dibayar pedagang (dealer) untuk suatu mata uang asing
• Ask quote : kurs yang diminta dealer yang menjual suatu mata uang asing
Transaksi SWAP
• Transaksi bila pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot dan pembelian forward mata uang asing terjadi bersamaan.
• Terminologi
SPREAD
• Laba (profit) yang diperoleh dari perbedaan harga pembelian (harga bid) dengan harga jual (harga asking).
Valuta Fungsional
• Valuta utama sebuah perusahaan dalam melakukan operasinya di luar negeri, biasanya valuta negara tempat operasi perusahaan yang bersangkutan.
• Metode Translasi Mata UangAsing
• Metode Kurs Tunggal (Single Rate)
• Metode kurs berganda (Multiple Rate)
* metode kini - non kini (current-non current)
* metode moneter - non moneter
* metode temporal
• Metode Translasi Mata UangAsing
• Metode Kurs Tunggal (Single Rate)
• Misal : Perusahaan afiliasi MNC AS di luar negeri membeli tanah pada awal periode harga VA 1.000.000.
• Kurs historis : VA 1 = $1, maka harga historis : $1.000.000
• Tanah naik harganya jadi VA 1.500.000 , & kurs turun jadi $1 = VA 1,4, sehingga aset asing menjadi $ 714.286, berarti RUGI 285,714.
• Pertambahan nilai pasar tanah menjadi $1.071.285 (VA 1.500.000 : VA 1,4).
• Metode Translasi Mata UangAsing
• Metode kurs berganda (Multiple Rate)
* metode kini - non kini (current-non current)
– Aset lancar dan kewajiban lancar perusahaan anak di luar negeri ditranslasi ke dalam valuta pelaporan perusahaan induk dengan kurs berlaku.
– Aset dan kewajiban NON lancar ditranslasi dengan kurs historis.
sumber:
lana.staff.gunadarma.ac.id
Translation adalah proses pernyataan kembali informasi laporan keuangan dari satu mata uang ke mata uang lain.
• Isu kurs dikombinasikan dengan berbagai methode translasi yang dapat digunakan dan perlakuan “Laba/Rugi” translasi yang berbeda membuat perbandingan hasil-hasil laporan keuangan dari satu perusahaan ke perusahaan lain atau perusahaan yang sama dalam periode yang berbeda menjadi hal yang sulit.
• Alasan translasi
• Perusahaan dengan operasi luar negeri yaitu Perusahaan dengan operasi yang luas, tidak dapat menyiapkan laporan keuangan konsolidasi jika akun-akun mereka dan akun-akun subsidiaries tidak diungkapkan dalam satu mata uang.
• Skala kegiatan investasi internasional yang meluas saat ini meningkatkan kebutuhan penyampaian informasi kepada pembaca di negara lain yg signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestic dan luar negeri
.
• Alasan translasi
Alasan lain :
• Mencatat transaksi valuta asing
• Melaporkan aktivitas cabang internasional & anak perusahaan
• Melaporkan hasil operasi independen di luar negeri
.
• Terminologi
KONVERSI
• Translasi tidak sama dengan Konversi.
• Konversi : terjadi pertukaran fisik antar mata uang
• Translasi hanya perubahan satuan unit moneter.
• Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi.
• Tidak ada transaksi terkait yang terjadi, seperti bila dilakukan konversi.
• Nilai ekuivalen mata uang asing domestik diperoleh dengan mengalikan saldo dalam mata uang asing dengan kuota kurs langsung.
• Terminologi
Pasar SPOT
• Kesepakatan mempertukarkan jumlah tertentu suatu mata uang dengan mata uang lain yang harus diserahkan dalam 2 hari.
• Nilai tukar dinyatakan dalam 2 cara:
– Kuotasi langsung ($1=Rp 9.000)
– Kuotasi tidak langsung (Rp1=$0,0001111111111)
Pasar FORWARD
• Kesepakatan mempertukarkan jumlah tertentu suatu mata uang dengan mata uang lain di masa yang akan datang
• Terminologi
Pasar FORWARD
• Bid quote : jumlah yang dibayar pedagang (dealer) untuk suatu mata uang asing
• Ask quote : kurs yang diminta dealer yang menjual suatu mata uang asing
Transaksi SWAP
• Transaksi bila pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot dan pembelian forward mata uang asing terjadi bersamaan.
• Terminologi
SPREAD
• Laba (profit) yang diperoleh dari perbedaan harga pembelian (harga bid) dengan harga jual (harga asking).
Valuta Fungsional
• Valuta utama sebuah perusahaan dalam melakukan operasinya di luar negeri, biasanya valuta negara tempat operasi perusahaan yang bersangkutan.
• Metode Translasi Mata UangAsing
• Metode Kurs Tunggal (Single Rate)
• Metode kurs berganda (Multiple Rate)
* metode kini - non kini (current-non current)
* metode moneter - non moneter
* metode temporal
• Metode Translasi Mata UangAsing
• Metode Kurs Tunggal (Single Rate)
• Misal : Perusahaan afiliasi MNC AS di luar negeri membeli tanah pada awal periode harga VA 1.000.000.
• Kurs historis : VA 1 = $1, maka harga historis : $1.000.000
• Tanah naik harganya jadi VA 1.500.000 , & kurs turun jadi $1 = VA 1,4, sehingga aset asing menjadi $ 714.286, berarti RUGI 285,714.
• Pertambahan nilai pasar tanah menjadi $1.071.285 (VA 1.500.000 : VA 1,4).
• Metode Translasi Mata UangAsing
• Metode kurs berganda (Multiple Rate)
* metode kini - non kini (current-non current)
– Aset lancar dan kewajiban lancar perusahaan anak di luar negeri ditranslasi ke dalam valuta pelaporan perusahaan induk dengan kurs berlaku.
– Aset dan kewajiban NON lancar ditranslasi dengan kurs historis.
sumber:
lana.staff.gunadarma.ac.id
Kamis, 02 Mei 2013
Artikel akuntansi internasional
ASPEK PERBEDAAN PRAKTIK PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
- Pengungkapan informasi yang melihat masa depan
“Informasi yang melihat ke masa depan” yang mencakup:
- Ramalan pendapatan, laba rugi, laba rugi per saham (EPS), pengeluaran modal, dan pos keuangan lainnya
- Informasi prospektif mengenai kinerja atau posisi ekonomi masa depan yang tidak terlalu pasti bila dibandingkan dengan proyeksi pos, periode fiskal, dan proyeksi jumlah
- Laporan rencana manajemen dan tujuan operasi di masa depan. Kebanyakan perusahaan di masing-masing negara menyajikan pengungkapan informasi mengenai rencana dan tujuan manjemen. Sebaliknya lebih sedikit perusahaan yang mengungkapkan ramalan, dari paling rendah dua perusahaan di Jepang dan paling tinggi 31 perusahaan di Amerika Serikat. Kebanyakan ramalan di AS dan Jerman menyangkut pengeluaran modal, bukan laba dan penjualan.
- Pengungkapan segmen
- Laporan arus kas dan arus dana.
- Pengungkapan tanggung jawab sosial
Informasi mengenai kesejahteraan karyawan telah lama menjadi perhatian bagi organisasi buruh. Bidang permasalahan yang yang menjadi perhatian terkait dengan kondisi kerja, keamanan pekerjaan, kesetaraan dalam kesempatan, keanekaragaman angkatan kerja dan tenaga kerja anak-anak. Pengungkapan karyawan juga diminati oleh para investor karena memberikan masukan berharga mengenai hubungan kerja, biaya, dan produktivitas perusahaan.
- Pengungkapan khusus bagi para pengguna laporan keuangan non domestik dan atas prinsip akuntansi yang digunakan
- ”Penyajian ulang untuk kenyamanan” informasi keuangan ke dalam mata uang nondomestik
- Penyajian ulang hasil dan posisi keuangan secara terbatas menurut keompok kedua standar akuntansi.
- Satu set lengkap laporan keuangan yang disusun sesuai dengan kelompok kesua standar akuntansi; dan beberapa pembahasan mengenai perbedaan antara prinsip akuntansi yang banyak digunakan dalam laporan keuangan utama dan beberapa set prinsip akuntansi yang lain.
PENGUNGKAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
Tata kelola perusahaan berhubungan dengan alat-alat internal yang digunakan untuk menjalankan dan mengendalikan sebuah perusahaan – tanggung jawab, akuntabilitas dan hubungan di antara para pemegang saham, anggota dewan dan para manajer yang dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan. Masalah-masalah tata kelola perusahaan antara lain meliputi hak dan perlakuan kepada pemegang saham, tanggung jawab dewan, pengungkapan dan transparansi dan peranan pihak-pihak yang berkepentingan. Praktik tata kelola perusahaan semakin mendapat perhatian dari para regulator, investor dan analis.
PENGUNGKAPAN DAN PELAPORAN BISNIS MELALUI INTERNET.
World Wide Web semakin banyak digunakan sebagai saluran penyebaran informasi, dimana media cetak sekarang memainkan peranan sekunder. Bahasa Pelaporan Usaha (Extensible Business Reporting Language – XBRL) merupakan tahap awal revolusi pelaporan keuangan. Bahasa komputer ini dibangung ke dalam hampir seluruh software untuk pelaporan akuntansi dan keuangan yang akan dikeluarkan di masa depan, dan kebanyakan pengguna tidak perlu lagi mempelajari bagaimana mengolahnya sehingga secara langsung dapat menikmati manfaatnya.
PENGUNGKAPAN LAPORAN TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA PASAR BERKEMBANG.
Pengungkapan laporan tahunan perusahaan di negara-negara pasar berkembang secara umum kurang ekstensif dan kurang kredibel dibandingkan dengan pelaporan perusahaan di negara-negara maju. Sebagai contoh, pengungkapan yang tidak cukup dan yang menyesatkan dan perlindungan konsumen yang terabaikan disebut-sebut sebagai penyebab krisis keuangan Asia Timur di tahun 1997.
Tingkat pengungkapan yang rendah di negara-negara pasar berkembang tersebut konsisten dengan sistem tata kelola perusahaan dan keuangan di negara-negara itu. Pasar ekuitas tidak terlalu berkembang, bank dan pihak internal seperti kelompok keluarga menyalurkan kebanyakan kebutuhan pendanaa dan secara umum tidak terlalu banyak adanya kebutuhan akan pengungkapan publik yang kredibel dan tepat waktu, bila dibandingkan dengan perekonomian yang lebih maju.
Namun demikian, permintaan investor atas informasi mengenai perusahaan yang tepat waktu dan kredibel di Negara-negara pasar berkembang semakin banyak regulator memberikan respons terhadap permintaan ini dengan membuat ketentuan pengungkapan yang lebih ketat dan meningkatkan upaya-upaya pengawasan dan penegakan aturan.
Sumber: http://baihaqifahmi.wordpress.com/2011/04/13/aspek-perbedaan-praktik-pelaporan-dan-pengungkapan/
artikel akuntansi internasional 5
PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
Dengan adanya globalisasi, pasar modal semakin ramai dan memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Investor perseorangan menjadi aktif dalam pasar tersebut. Akibatnya, pengungkapan publik, perlindungan terhadap investor, nilai pemegang saham dan bentuk tata kelola perusahaan yang didorong oleh pasar saham semakin penting. Dengan demikian, meskipun praktek pengungkapan sangat berbeda-beda dari suatu Negara dengan Negara lain, perlahan mulai muncul kemiripan (konvergensi). Ratusan perusahaan telah meningkatkan pengungkapan dan mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau GAAP AS, mematuhi ketentuan pasar bursa efek dan badan regulator domestic dan luar negeri, dan memberikan respon terhadap berbagai permintaan informasi yang diajukan para investor dan analis.
PERKEMBANGAN PENGUNGKAPAN
Perkembangan sistem pengungkapan sangat berkaitan dengan pengungkapan perkembangan sistem akuntansi. Standar dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, sistem hukum, ikatan poltik dan ekonomi, tingkat pembangunan ekonomi, tingkat pendidikan, budaya dan pengaruh lainnya.
Perbedaan nasional dalam pengungkapan umumnya didorong oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan. Di Amerika serikat, Inggris dan Negara-negara Anglo Amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju.
Sedangkan dikebanyakan Negara-negara lain (seperti Prancis, Jepang dan beberapa Negara pasar yang beerkembang) kepemilikan saham masih sangat terkonsentrasi dan bank (dan atau pemilik keluarga) secara tradisional menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan. Bank-bank mendapat banyak informasi mengenai posisi keuangan dan aktivitas perusahaan. Pengungkapan public tidak terlalu maju di pasar-pasar ini dan perbedaan besar dalam jumlah informasi yang diberikan kepada pemegang saham dan kreditor dengan yang diberikan kepada public masih diperbolehkan.
Beberapa studi menunjukkan bahwa pengungkapan dilakukan secara sukarela oleh manajer. Manfaat dari peningkatan pengungkapan adalah biaya transaksi yang lebih rendah dalam memperdagangkan surat berharga yang dikeluarkan perusahaan, minat para analis keuangan dan investor terhadap perusahaan yang semakin besar, likuiditas saham yang meningkat, dan biaya modal yang lebih rendah. Manajer cenderung menunda pengungkapan berita yang negative, mengelola laporan keuangan untuk lebih menunjukkan wajah positif perusahaan dan menilai lebih kinerja dan prospek keungan perusahaannya. Namun, sejumlah aturan dan peran auditor memastikan bahwa manajer menerapkan kebijakan akuntansi yang memadai dan memberikan pengungkapan yang diwajibkan tepat waktu.
PRAKTIK PELAPORAN dan PENGUNGKAPAN
Apa yang sesungguhnya diungkapkan oleh perusahaan di seluruh dunia dalam laporan keuangan mereka ? Praktik pengungkapan dalam laporan tahunan mencerminkan respons manajer terhadap ketentuan pengungkapan yang dikeluarkan oleh badan regulator dan insentif yang mereka dapatkan jika menyediakan informasi kepada pengguna laporan keuangan secara sukarela. Apabila aturan pengungkapan tidak diwajibkan maka, pengungkapan yang diharuskan tersebut menjadi sukarela, karena manajer perusahaan tidak akan mematuhi aturan pengungkapan jika kepatuhan itu menimbulkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan perkiraan biaya ketidakpatuhan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan dengan jelas pengungkapan yang “diwajibkan” dan pengungkapan yang secara nyata dilakukan.
Pengungkapan informasi yang melihat masa depan dianggap sangat relevan dalam pasar ekuitas di sekuruh dunia. Informasi yang melihat masa depan mencakup ramalan pendapatan, laba rugi per saham, pengeluaran modal dan pos keuangan lainnya, informasi prospektif mengenai kinerja atau posisi ekonomi masa depan yang tidak terlalu pasti bila dibandingkan dengan proyeksi pos periode fiscal dan proyeksi jumlah, dan laporan rencana manajemen dan tujuan operasi di masa depan.
Pengungkapan segmen membantu para pengguna laporan keuangan untuk memahami secara lebih baik bagaimana bagian-bagian dalam sutu perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan perusahaan. Pelapporan tanggung jawab social mengacu pada pengukuran dan komunikasi informasi mengenai pengaruh suatu perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan, masyarakat setempat dan lingkungannya.
Pelaporan keuangan juga bukan hanya untuk mengakomodasi pengguna domestic, melainkan juga pengguna non domestic terutama pada perusahaan multinasional. Pengungkapan dan pelaporan bisnis juga dapat dilakukan melalui internet, dimana semua pihak yang berkepentingan dapat mengakses informasi keuangan. Dengan menggunakan internet, investor juga dapat melakukan transaksi perdagangan dan membuat keputusan investasi dengan satu klik.
IMPLIKASI BAGI PARA PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN DAN PARA MANAJER
Para pengguna laporan keuangan harusnya dapat menduga perbedaan yan besar dalam tingkat pengungkapan dan praktik pelaporan keuangan. Meskipun para manajer dari banyak perusahaan terus – menerus sangat dipengaruhi oleh biaya pengungkapan informasi yang bersifat wajib, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela semakin meningkat di seluruh dunia. Manajer di Negara-negara yang secara tradisional memiliki pengungkapan rendah harus mempertimbangkan apakah menerapkan kebijakan peningkatan pengungkapan dapat memberikan manfaat dalam jumlah yang signifikan bagi perusahaan mereka. Lagi pula, para manajer yang memutuskan untuk memberikan pengungkapan lebih banyak dalam bidang-bidang yang dipandang penting oleh para investor dan analis keuangan, seperti pengungkapan segmen dan rekonsiliasi, dapat memperoleh keunggulan kompetitif dari perusahaan lain yang memiliki kebijakan pengungkapan yang ketat. Studi lebih lanjut mengenai biaya dan manfaat peningkatan pengungkapan dalam ruang lingkup internasional dapat memberikan bukti penting dalam hal ini.
Dengan adanya globalisasi, pasar modal semakin ramai dan memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Investor perseorangan menjadi aktif dalam pasar tersebut. Akibatnya, pengungkapan publik, perlindungan terhadap investor, nilai pemegang saham dan bentuk tata kelola perusahaan yang didorong oleh pasar saham semakin penting. Dengan demikian, meskipun praktek pengungkapan sangat berbeda-beda dari suatu Negara dengan Negara lain, perlahan mulai muncul kemiripan (konvergensi). Ratusan perusahaan telah meningkatkan pengungkapan dan mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau GAAP AS, mematuhi ketentuan pasar bursa efek dan badan regulator domestic dan luar negeri, dan memberikan respon terhadap berbagai permintaan informasi yang diajukan para investor dan analis.
PERKEMBANGAN PENGUNGKAPAN
Perkembangan sistem pengungkapan sangat berkaitan dengan pengungkapan perkembangan sistem akuntansi. Standar dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, sistem hukum, ikatan poltik dan ekonomi, tingkat pembangunan ekonomi, tingkat pendidikan, budaya dan pengaruh lainnya.
Perbedaan nasional dalam pengungkapan umumnya didorong oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan. Di Amerika serikat, Inggris dan Negara-negara Anglo Amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju.
Sedangkan dikebanyakan Negara-negara lain (seperti Prancis, Jepang dan beberapa Negara pasar yang beerkembang) kepemilikan saham masih sangat terkonsentrasi dan bank (dan atau pemilik keluarga) secara tradisional menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan. Bank-bank mendapat banyak informasi mengenai posisi keuangan dan aktivitas perusahaan. Pengungkapan public tidak terlalu maju di pasar-pasar ini dan perbedaan besar dalam jumlah informasi yang diberikan kepada pemegang saham dan kreditor dengan yang diberikan kepada public masih diperbolehkan.
Beberapa studi menunjukkan bahwa pengungkapan dilakukan secara sukarela oleh manajer. Manfaat dari peningkatan pengungkapan adalah biaya transaksi yang lebih rendah dalam memperdagangkan surat berharga yang dikeluarkan perusahaan, minat para analis keuangan dan investor terhadap perusahaan yang semakin besar, likuiditas saham yang meningkat, dan biaya modal yang lebih rendah. Manajer cenderung menunda pengungkapan berita yang negative, mengelola laporan keuangan untuk lebih menunjukkan wajah positif perusahaan dan menilai lebih kinerja dan prospek keungan perusahaannya. Namun, sejumlah aturan dan peran auditor memastikan bahwa manajer menerapkan kebijakan akuntansi yang memadai dan memberikan pengungkapan yang diwajibkan tepat waktu.
PRAKTIK PELAPORAN dan PENGUNGKAPAN
Apa yang sesungguhnya diungkapkan oleh perusahaan di seluruh dunia dalam laporan keuangan mereka ? Praktik pengungkapan dalam laporan tahunan mencerminkan respons manajer terhadap ketentuan pengungkapan yang dikeluarkan oleh badan regulator dan insentif yang mereka dapatkan jika menyediakan informasi kepada pengguna laporan keuangan secara sukarela. Apabila aturan pengungkapan tidak diwajibkan maka, pengungkapan yang diharuskan tersebut menjadi sukarela, karena manajer perusahaan tidak akan mematuhi aturan pengungkapan jika kepatuhan itu menimbulkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan perkiraan biaya ketidakpatuhan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan dengan jelas pengungkapan yang “diwajibkan” dan pengungkapan yang secara nyata dilakukan.
Pengungkapan informasi yang melihat masa depan dianggap sangat relevan dalam pasar ekuitas di sekuruh dunia. Informasi yang melihat masa depan mencakup ramalan pendapatan, laba rugi per saham, pengeluaran modal dan pos keuangan lainnya, informasi prospektif mengenai kinerja atau posisi ekonomi masa depan yang tidak terlalu pasti bila dibandingkan dengan proyeksi pos periode fiscal dan proyeksi jumlah, dan laporan rencana manajemen dan tujuan operasi di masa depan.
Pengungkapan segmen membantu para pengguna laporan keuangan untuk memahami secara lebih baik bagaimana bagian-bagian dalam sutu perusahaan berpengaruh terhadap keseluruhan perusahaan. Pelapporan tanggung jawab social mengacu pada pengukuran dan komunikasi informasi mengenai pengaruh suatu perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan, masyarakat setempat dan lingkungannya.
Pelaporan keuangan juga bukan hanya untuk mengakomodasi pengguna domestic, melainkan juga pengguna non domestic terutama pada perusahaan multinasional. Pengungkapan dan pelaporan bisnis juga dapat dilakukan melalui internet, dimana semua pihak yang berkepentingan dapat mengakses informasi keuangan. Dengan menggunakan internet, investor juga dapat melakukan transaksi perdagangan dan membuat keputusan investasi dengan satu klik.
IMPLIKASI BAGI PARA PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN DAN PARA MANAJER
Para pengguna laporan keuangan harusnya dapat menduga perbedaan yan besar dalam tingkat pengungkapan dan praktik pelaporan keuangan. Meskipun para manajer dari banyak perusahaan terus – menerus sangat dipengaruhi oleh biaya pengungkapan informasi yang bersifat wajib, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela semakin meningkat di seluruh dunia. Manajer di Negara-negara yang secara tradisional memiliki pengungkapan rendah harus mempertimbangkan apakah menerapkan kebijakan peningkatan pengungkapan dapat memberikan manfaat dalam jumlah yang signifikan bagi perusahaan mereka. Lagi pula, para manajer yang memutuskan untuk memberikan pengungkapan lebih banyak dalam bidang-bidang yang dipandang penting oleh para investor dan analis keuangan, seperti pengungkapan segmen dan rekonsiliasi, dapat memperoleh keunggulan kompetitif dari perusahaan lain yang memiliki kebijakan pengungkapan yang ketat. Studi lebih lanjut mengenai biaya dan manfaat peningkatan pengungkapan dalam ruang lingkup internasional dapat memberikan bukti penting dalam hal ini.
Langganan:
Postingan (Atom)